51动漫

51动漫 Official Website

Sinergi Kepemimpinan dan Teknologi, Ikhtiar Lamongan Menuju Desa Cerdas Bermartabat

Di tengah ambisi besar pemerintah mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa, realitas di lapangan masih menyisakan paradoks. Beragam aplikasi administrasi kependudukan telah dikembangkan, namun tidak sedikit yang berhenti sebagai etalase digital tanpa pemanfaatan optimal dalam pelayanan publik.

Fenomena tersebut menjadi fokus kajian Achmad Edwyn Anedi, S.Sos., M.M. dalam disertasi doktoralnya di Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR), Surabaya, Senin (29/12/2025). Dengan mengambil lokus penelitian di Kabupaten Lamongan melalui program Desaku Pintar, penelitian ini mengurai faktor-faktor penentu keberhasilan pemanfaatan teknologi digital di level pemerintahan desa.

Kepemimpinan sebagai Ruh Transformasi Digital

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya adopsi teknologi di desa tidak semata-mata disebabkan keterbatasan infrastruktur atau jaringan internet. Faktor manusia, khususnya aparatur desa, justru menjadi kunci utama. Dalam konteks ini, digital leadership dan IT capability muncul sebagai variabel strategis.

Kepemimpinan digital dimaknai bukan sekadar kecakapan teknis mengoperasikan perangkat, melainkan kemampuan visioner pemimpin desa dalam mengarahkan organisasi menuju ekosistem kerja digital yang terintegrasi. Tanpa kepemimpinan yang kuat dan inspiratif, kebijakan digitalisasi berpotensi dipersepsikan sebagai beban administratif tambahan.

Penelitian ini juga mengungkap adanya kesenjangan kompetensi aparatur desa. Pola kerja manual yang masih dominan kerap memicu resistensi terhadap sistem digital baru. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan teknologi individu harus berjalan seiring dengan penguatan kepemimpinan yang progresif dan adaptif.

Kesiapan Mental sebagai Penentu Keberhasilan

Salah satu temuan penting dalam disertasi ini adalah peran readiness for change atau kesiapan untuk berubah. Variabel ini berfungsi sebagai faktor moderasi yang menentukan efektif tidaknya kepemimpinan digital dan kemampuan teknologi terhadap penggunaan sistem digital desa.

Temuan tersebut menegaskan bahwa tanpa kesiapan mental dan budaya organisasi yang terbuka terhadap perubahan, investasi teknologi berisiko tidak menghasilkan dampak signifikan. Hal ini menjadi sangat relevan seiring kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Desa Digital sebagai prioritas penggunaan Dana Desa mulai 2025.

Pencapaian Akademik dan Relevansi Kebijakan Publik

Ujian Doktor Terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk. (K), FICS, dengan bimbingan Promotor Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum. dan Co-Promotor Dr. Erna Setijaningrum, S.IP., M.Si. Achmad Edwyn Anedi dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan dikukuhkan sebagai Doktor ke-116 Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Bobot akademik disertasi ini diperkuat oleh dewan penyanggah lintas disiplin, terdiri dari Prof. Dr. Muslich Anshori, S.E., M.Sc., Ak., CA; Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes.; Prof. Sulikah Asmorowati, S.Sos., M.DEVSt., Ph.D; Prof. Dr. Achmad Rizki Sridadi, S.H., M.M., M.H.; Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si; serta Mhd. Zamal Nasution, Ph.D.

Hadir pula Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K. beserta istri, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya Eddy Christijanto, yang menandai kuatnya dukungan pemangku kepentingan terhadap relevansi praktis hasil penelitian ini.

Disertasi tersebut diharapkan menjadi peta jalan strategis bagi pemerintah daerah dalam membangun desa cerdas yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga bertumpu pada kepemimpinan yang humanis, aparatur yang kompeten, serta budaya organisasi yang siap menghadapi perubahan zaman.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT