51动漫

51动漫 Official Website

Transformasi Pendidikan Pertegas Wajah Baru Polri Menuju Institusi Humanis dan Adaptif

Kompleksitas tantangan keamanan di era global menuntut Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan pembenahan yang tidak hanya bersifat operasional, tetapi juga menyentuh fondasi strategis organisasi, yakni lembaga pendidikan. Transformasi pendidikan dipandang sebagai instrumen utama dalam membentuk personel Polri yang profesional, adaptif, serta memiliki sensitivitas sosial yang kuat.

Gagasan tersebut menjadi benang merah dalam Sarasehan Ilmu Kepolisian bertajuk 淭ransformasi Polri Bidang Lembaga Pendidikan yang diselenggarakan oleh STIK Lemdiklat Polri di Jakarta, Senin (22/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri ini dihadiri oleh jajaran pejabat Polri, praktisi keamanan, serta akademisi lintas disiplin.

Salah satu akademisi yang turut memberikan pandangan strategis adalah Koordinator Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR), Dr. Prawitra Thalib, S.H., M.H., ACIArb.

Lembaga Pendidikan sebagai Akar Reformasi Polri

Dalam pandangannya, Dr. Prawitra menegaskan bahwa tema transformasi pendidikan sangat relevan dengan kebutuhan organisasi Polri saat ini. Lembaga pendidikan Polri diposisikan sebagai 渄apur strategis yang menentukan kualitas sumber daya manusia kepolisian dalam jangka panjang.

Transformasi tersebut, menurutnya, harus mencakup spektrum yang komprehensif. Mulai dari pembaruan kurikulum yang responsif terhadap dinamika sosial dan hukum, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan instruktur, hingga pembenahan fasilitas pendidikan yang mendukung proses pembelajaran modern.

Ia menekankan bahwa pendidikan kepolisian tidak lagi dapat diselenggarakan secara kaku dan monodisipliner. Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan transparansi publik, serta dinamika masyarakat yang semakin kompleks, calon anggota Polri perlu dibekali dengan pemahaman ilmu kepolisian yang multidisipliner, berperspektif HAM, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Kehadiran akademisi dari UNAIR dalam sarasehan ini mencerminkan pentingnya sinergi antara Polri dan dunia perguruan tinggi. Bagi Dr. Prawitra, kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk menjembatani teori akademik dengan praktik kepolisian di lapangan.

Forum ini diharapkan mampu melahirkan peta jalan (roadmap) transformasi pendidikan Polri yang terukur dan berkelanjutan. Melalui diskusi intensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, rekomendasi kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan kepolisian secara sistematis.

Transformasi pendidikan ini tidak semata ditujukan sebagai perubahan administratif, melainkan sebagai proses perubahan kultural yang berkelanjutan. Dengan fondasi pendidikan yang kuat, Polri diharapkan mampu melahirkan personel yang tidak hanya profesional dan modern, tetapi juga semakin dipercaya dan dicintai oleh masyarakat.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT