51动漫

51动漫 Official Website

Poster dan Kuis Interaktif Instagram sebagai Cara Menarik Edukasi Kesehatan Mental dan Imunitas Saat Pandemi

IL by iStock.jpg

Kemunculan virus SARS-CoV-2 yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan, China pada Desember 2019 tampaknya membawa pengaruh menguntungkan maupun merugikan pada berbagai bidang kehidupan. Meskipun pandemi ini bukan yang pertama kalinya, adaptasi yang dilakukan oleh seluruh masyarakat rupanya sangat mempengaruhi kondisi fisik dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah melalui pandemi memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan kesehatan mental. Salah satu dampak psikologis yang dialami pasien setelah terinfeksi COVID-19 adalah stress. Kesehatan mental yang terabaikan ini dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh secara cepat atau lambat.

Pandemi COVID-19 yang berskala global tidak hanya menimbulkan kekhawatiran mengenai infeksi itu sendiri, pandemi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Kebijakan pencegahan dan pembatasan berskala besar memiliki kecenderungan mengalami stres psikologis, gangguan tidur, kecemasan, hingga gangguan stres pasca trauma (PTSD). Penelitian juga membuktikan bahwa perubahan aktivitas fisik, waktu duduk, dan waktu menggunakan layar elektronik karena pembatasan publik saat pandemi dan kaitannya dengan kesehatan mental terdapat penurunan aktivitas fisik dan peningkatan waktu sedentari pada populasi, terutama pada populasi yang aktif secara fisik sebelum pandemi. 

Dampak pandemi terhadap penggunaan teknologi juga mengalami perubahan dan peningkatan ke arah kemudahan. Variasi penggunaan media sosial untuk melakukan edukasi lebih banyak digalakkan, hal ini mempermudah menjangkau dan mencapai target audiens, sehingga edukasi lebih cepat dan tepat tersampaikan.

Media sosial merupakan sumber informasi yang penting karena tingkat penyebaran dan kemudahan aksesnya mudah bagi semua kalangan masyarakat. Mudahnya akses internet juga tak lepas dari dampak negatif, seperti penyebaran informasi palsu, sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman. Meskipun tidak semua informasi yang disampaikan benar. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan pengecekan ulang terhadap siapa yang menyampaikan informasi tersebut. Maka sebagai mahasiswa kedokteran dapat membantu upaya penyebaran informasi dengan benar. 

Selain itu, edukasi tidak hanya dilakukan secara dua arah, namun dengan variasi gaya edukasi dapat membuat audiens lebih tertarik. Salah satu cara menyampaikan edukasi dengan menarik adalah menggunakan poster. Pemakaian gambar dan warna yang menarik dapat meningkatkan ketertarikan pengguna media sosial. Tak hanya itu, penggunaan fitur kuis di Instagram juga dapat meningkatkan minat pengikut.

Sebuah penelitian mengenai dampak edukasi interaktif berupa kuis melalui media sosial Instagram tentang kesehatan mental dan imunitas tubuh selama pandemi COVID-19 telah dilakukan. Sepuluh akun Instagram dengan jumlah pengikut setiap akun berkisar antara 350 – 1100 pengikut dikerahkan untuk edukasi. Metode edukasi yang dilakukan adalah dengan mengunggah poster berjudul 淒iary of The Pandemic: Membangun Resiliensi di Tengah Krisis COVID-19 (Membangun Ketahanan di Tengah Krisis COVID-19) dan 淪top Sedentary, Hidup Aktif dan Sehat!. Setelah mengunggah poster edukasi, evaluasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan masyarakat dengan cara membagikan soal kuis menggunakan fitur kuis di bagian cerita instagram. 

Penggunaan fitur kuis interaktif untuk edukasi kesehatan mental melalui media sosial Instagram tampaknya memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa soal kuis interaktif mengenai ciri-ciri gangguan kesehatan jiwa, pengobatan untuk masalah kesehatan mental, mitos dan fakta tentang kes3hatan mental, penyembuhan gangguan jiwa, aspek sosial manusia dengan penyakit kesehatan mental.

Berdasarkan hasil unggahan baik poster edukasi maupun kuis interaktif, jumlah respon jawaban kuis lebih sedikit dari jumlah tampilan. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya antusiasme masyarakat. Namun, hasil jawaban yang diperoleh dari kuis interaktif menunjukkan lebih banyak jawaban yang menjawab benar baik untuk judul pertama maupun judul kedua. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar masyarakat sudah memahami materi yang disampaikan melalui poster edukasi.

Melalui kegiatan pemberian poster edukasi terlihat bahwa sebagian besar masyarakat sudah memahami materi yang disampaikan melalui poster edukasi. Hal ini dibuktikan dengan hasil jawaban yang diperoleh dari kuis interaktif menunjukkan lebih banyak jawaban yang menjawab benar baik untuk judul pertama maupun judul kedua. Edukasi mengenai COVID-19 maupun kesehatan mental harus tetap dilaksanakan di tengah penyebaran informasi yang tidak akurat karena masyarakat yang secara mentah menerima informasi yang salah dapat menimbulkan kesalahpahaman hingga perpecahan. Edukasi seperti ini dapat dijadikan sebagai contoh pelaksanaan edukasi-edukasi selanjutnya.

Penulis: Tamma Nisrina, Maftuchah Rochmanti. 

Detail tulisan lengkap dapat dilihat:

Ramadhani Rizki Zamzam, Muhammad Faris Zharfan, Indratama Budi Wicaksono, dan Maftuchah Rochmanti, 2022. The role of posters and interactive quizzes through social media on community understanding of mental health and immunity during Covid-19 pandemic. World Journal of Advanced Research and Reviews, Volume 13, No. 1, Pp. 369378.

DOI: .

AKSES CEPAT