51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Potensi Bacillus spp. Lokal sebagai Agen Pengendali Hayati Penyakit Tanaman

(Foto: Kompas.com)
(Foto: Kompas.com)

Penyakit tanaman akibat jamur patogen merupakan ancaman nyata dalam dunia pertanian. Salah satu yang paling merusak adalah Fusarium oxysporum, penyebab penyakit layu fusarium yang menyerang berbagai tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, terong, dan pisang. Serangan jamur ini menyebabkan pembuluh tanaman tersumbat, daun menguning, layu, hingga akhirnya tanaman mati. Dalam jangka panjang, hal ini tentu mengurangi produktivitas dan mengancam ketahanan pangan. Namun, di balik tantangan ini, para peneliti mulai melirik solusi dari alam sendiri ” yaitu mikroorganisme tanah yang memiliki potensi sebagai agen pengendali hayati. Salah satu yang menjanjikan berasal dari kelompok bakteri Bacillus yang secara alami hidup di sekitar perakaran tanaman (rizosfer). Hasil penelitian terbaru ini, telah ditemukan tiga isolat lokal yaitu Bacillus sp. BK7.1, EG6.4, dan LSD4.2, menunjukkan potensi besar dalam menekan pertumbuhan Fusarium oxysporum melalui mekanisme alami yang ramah lingkungan.

Genus Bacillus dikenal luas di dunia mikrobiologi sebagai kelompok bakteri Gram-positif yang membentuk endospora dan mampu hidup di berbagai kondisi ekstrem. Beberapa spesiesnya, seperti Bacillus subtilis dan Bacillus amyloliquefaciens, sudah lama digunakan sebagai biopestisida dan pupuk hayati komersial. Potensi Bacillus sebagai agen pengendali hayati berasal dari kemampuannya menghasilkan berbagai metabolit sekunder antimikroba, enzim pelarut dinding sel jamur (seperti kitinase dan protease), serta kemampuannya membentuk biofilm dan kolonisasi akar. Dengan kata lain, Bacillus dapat bersaing secara langsung dengan patogen, memperkuat sistem imun tanaman, dan menghambat pertumbuhan jamur penyebab penyakit. Isolat lokal Bacillus BK7.1, EG6.4, dan LSD4.2, masing-masing Adalah B. subtilis, B. mojavensis, dan B. velezensis, berasal dari sampel tanah rizosfer, dari tempat perindukan larva, dan dari larva nyamuk di wilayah Indonesia dengan kondisi agroklimat yang berbeda. Ketiganya dipilih berdasarkan hasil skrining awal terhadap aktivitas antagonis terhadap Fusarium oxysporum secara in vitro.

Hasil pengujian di laboratorium telah terbukti: 1) Penghambatan pertumbuhan miselium jamur. Ketiga isolat menunjukkan zona hambat signifikan pada media PDA yang diinokulasi bersama Fusarium. 2) Produksi senyawa antijamur. Indikasi adanya senyawa seperti surfaktin, iturin, dan fengisin ” senyawa lipopeptida yang diketahui memiliki efek merusak dinding sel jamur. 3) Kemampuan kolonisasi di akar. Dalam uji pot sederhana, ketiga isolat mampu memperbaiki pertumbuhan akar dan menurunkan tingkat infeksi pada tanaman uji.

Meskipun hasil laboratorium menjanjikan, tantangan berikutnya adalah mengembangkan formulasi yang stabil, efisien, dan ekonomis. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan adalah 1) Formulasi pupuk hayati berbasis bakteri hidup, baik dalam bentuk cair maupun serbuk. 2) Aplikasi pratanam di benih atau akar tanaman untuk mencegah infeksi sejak awal pertumbuhan. 3) Integrasi dalam sistem pertanian organik sebagai komponen penting dalam manajemen hama terpadu (PHT). Dengan dukungan riset lanjutan, kolaborasi lintas sektor, serta pelatihan kepada petani, penggunaan isolat lokal seperti BK7.1, EG6.4, dan LSD4.2 dapat menjadi bagian dari solusi nyata menghadapi krisis pertanian akibat penyakit tanaman.

Pemanfaatan mikroorganisme lokal sebagai agen pengendali hayati merupakan salah satu pendekatan modern dalam agrobioteknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, tetapi juga menghidupkan kembali peran keanekaragaman hayati tanah dalam sistem pertanian. Dalam jangka panjang, pengembangan biopestisida berbasis bakteri lokal seperti Bacillus sp. ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi sistem pertanian Indonesia menuju pertanian cerdas, sehat, dan lestari.

Penulis: Dr. Salamun, Drs., M.Kes

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

Tri Nurhariyati, Salamun, Agus Supriyanto, Timothy Bagasdo Matatias Sinurat, Fika Yuliana, Almando Geraldi, Intan Ayu Pratiwi, Farah Aisyah Nafidiastri, Mahdi Izzuddin. The potential of local Bacillus sp. BK7.1, EG6.4, and LSD4.2 as biocontrol agents against the pathogenic fungus Fusarium oxysporum. BIODIVERSITAS, Volume 26, Number 7, July 2025, Pages: 3273-3280. DOI: 10.13057/biodiv/d260719

AKSES CEPAT