51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Ekstrak Daun Kenikir pada Proteksi Kerusakan Tulang

Tulang merupakan organ penting sebagai penyangga dan pemberi bentuk tubuh. Remodeling tulang merupakan proses regerasi tulang yang berlangsung terus-menerus seumur hidup manusia, namun peak bone mass terjadi pada usia 30 tahun dan perlahan akan mengalami penurunan saat memasuki usia diatas 40 tahun atau fase menopause pada perempuan. Menurut WHO sebesar 500 juta pria dan wanita seluruh dunia dinyatakan mengalami osteoporosis dengan usia lebih dari 60 tahun lebih berisiko. Data Internasional Osteoporosis Foundation, menyatakan bahwa osteoporosis menyebabkan lebih dari 8,9 juta patah tulang setiap tahunnya, selain merugikan secara fisik dan psikis, kerusakan atau gangguan kesehatan tulang juga memiliki dampak negatif pada segi ekonomi, dimana pada kondisi keparahan tertentu memerlukan proses perawatan yang panjang serta memerlukan biaya yang besar, untuk itu dibutuhkan upaya dengan nilai ekonomis yang murah dan mudah didapat oleh masyarakat.

Salah satu penyebab gangguan dan kerusakan tulang adalah adanya radikal bebas yang di produksi secara berlebihan oleh tubuh dan menimbulkan Reactive oxygen species (ROS). Pada dasarnya tubuh secara alami akan menghasilkan radikal bebas dari proses metabolisme (senyawa khusus yang disebut antioksidan endogen) namun, jika produksi terlalu besar akan menyebabkan dampak negatif pada tubuh. Secara alami mekanisme kompensasi radikal bebas adalah dari salah satu antioksidan endogen utama yang menangkal serangan radikal bebas dalam tubuh adalah enzim superoksida dismutase(SOD).

Daun Cosmos caudatus atau lebih dikenal dengan Kenikir merupakan salah satu dari sekitar 7500 jenis tanaman yang dikenal memiliki khasiat sebagai tanaman herbal atau obat di Indonesia yang bisa didapat dengan mudah. Beberapa penelitian terdahulu membuktikan adanya kandungan antioksidan pada ekstrak daun kenikir, yang juga dibuktikan dari pemeriksaan DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) pada penelitian ini kadar antioksidan pada ekstrak daun kenikir tergolong antioksidan kuat. Antioksidan sangat penting dalam proses pengurangan radikal bebas, ekstrak daun Cosmos caudatus merupakan sumber antioksidan eksogen yang berbeda dengan SOD endogen, untuk itu efek antioksidan pada tulang perlu diteliti lebih lanjut.

Proses remodeling tulang melibatkan dua mekanisme yaitu formasi dan resorpsi, dimana terdapat salah satu penanda formasi tulang yaitu osteocalcin (OC) merupakan protein pengikat hidroksiapatit yang secara eksklusif disintesis sebagai penanda akhir aktivitas sel osteoblas. Pada resorpsi, serum CTX-1 (sCTX) merupakan produk degradasi kolagen tulang tipe 1 yang diproduksi oleh sel osteoklas selama resorpsi tulang.

Penelitian ini dilakukan pada tikus dengan pemberian ekstrak daun cosmos caudatus (kenikir) dengan beberapa dosis untuk mengetahui efek perlindungan terhadap tulang. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah biomarker tulang yang diambil melalui sampel darah (kadar SOD, OC, dan CTX-1),  serta pemeriksaan histologi sel remodeling tulang (Osteoblas, Osteoklas, dan Osteosit). Hasil penelitian ini Menunjukkan bahwa ekstrak daun Cosmos caudatus atau kenikir dimungkinkan memiliki keunggulan sebagai antioksidan agen pendukung untuk metabolisme tulang.

Penulis: Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, dr.,M.Kes

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Gadis Meinar Sari, dkk (2024). Effects of cosmos caudatus (Kenikir) antioxidant properties on bone metabolism marker in rat. Current Research in Physiology, 7 (2024) 100128: 2665-9441;

AKSES CEPAT