51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Ekstrak Daun Macaranga Tanarius sebagai Terapi Alternatif untuk Retinopati Diabetik

Ilustrasi mata manusia (sumber: Alodokter)
Ilustrasi mata manusia (sumber: Alodokter)

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan sekresi atau kerja insulin. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, baik makrovaskular maupun mikrovaskular. Salah satu komplikasi mikrovaskular yang paling serius adalah retinopati diabetik (DR), yaitu kerusakan pada pembuluh darah retina yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Diperkirakan prevalensi DR secara global akan meningkat secara signifikan pada tahun-tahun mendatang, termasuk di Indonesia.

Mekanisme utama yang mendasari perkembangan DR adalah peradangan kronis dan stres oksidatif yang meningkatkan produksi sitokin proinflamasi, seperti tumor necrosis factor-alpha (TNF-伪), serta faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). VEGF berperan dalam meningkatkan permeabilitas pembuluh darah dan angiogenesis patologis di retina. Sementara TNF-伪 dapat memperburuk resistensi insulin dan kerusakan sel retina. Terapi konvensional, seperti pemberian anti-VEGF, meskipun efektif, memiliki keterbatasan dari segi biaya, efektivitas jangka panjang, serta kepatuhan pasien. Oleh karena itu, pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam sangat dibutuhkan.

Macaranga tanarius (MT) merupakan tanaman dari famili Euphorbiaceae yang banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara. Daun MT diketahui mengandung senyawa aktif seperti prenilflavonoid, quercetin, kaempferol, dan naringenin yang berpotensi memiliki aktivitas antidiabetik dan antiinflamasi.

Beberapa tim peneliti menggunakan 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid), dan tiga kelompok perlakuan dengan ekstrak etanol daun MT pada dosis 0,64; 1,28; dan 1,92 g/kg berat badan. Semua tikus diinduksi diabetes dengan streptozotocin-nikotinamida (STZ-NA), dan setelah empat minggu masa induksi, diberikan perlakuan selama empat minggu.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun MT dosis tertinggi (1,92 g/kg BB) memberikan hasil paling optimal. Penurunan kadar glukosa darah puasa (FBG) mencapai 17,10%, setara dengan efek glibenklamid. Selain itu, terjadi penurunan signifikan kadar TNF-伪 sebesar 57,06% dan VEGF sebesar 52,39%. Penurunan ini menunjukkan bahwa MT efektif dalam menekan proses inflamasi dan angiogenesis yang terjadi pada retinopati diabetik.

Analisis LC-MS menunjukkan bahwa ekstrak MT mengandung beragam senyawa bioaktif dengan potensi antioksidan dan antidiabetik. Senyawa seperti quercetin dan kaempferol bekerja melalui penghambatan enzim 伪-glukosidase, peningkatan sensitivitas insulin, serta penghambatan ekspresi gen proinflamasi melalui jalur NF-魏B. Taraxerol dan prenilnaringenin dalam ekstrak juga memberikan efek antiinflamasi dan protektif terhadap jaringan retina.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa ekstrak daun Macaranga tanarius memiliki potensi besar sebagai terapi alternatif untuk retinopati diabetik. Dosis 1,92 g/kg BB terbukti paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah, TNF-伪, dan VEGF, serta menambah berat badan tikus yang mengalami penurunan akibat induksi diabetes. Efek tersebut sebanding dengan obat antidiabetik konvensional glibenklamid. Dengan kandungan senyawa aktif yang kompleks dan mekanisme kerja multipel, MT dapat menjadi kandidat fitofarmaka untuk pengelolaan komplikasi diabetes, khususnya retinopati. Studi lebih lanjut pada hewan model lanjutan maupun uji klinis pada manusia sangat diperlukan untuk mendukung pemanfaatan klinis dari tanaman ini.

Jika Anda tertarik, silahkan membaca selengkapnya dalam artikel ilmiah yang berjudul Macaranga tanarius Reduces the Expression of Vascular Endothelial Growth Factor and Tumor Necrosis Factor-Alpha in Diabetic Retinopathic Rats. Artikel tersebut dapat diunduh pada link berikut

Penulis: Dr. Wimbuh Tri Widodo, M.Si

AKSES CEPAT