51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Potensi Ekstrak Kakao sebagai Adjuvan Alami Analgesik dalam Pengelolaan Nyeri Luka Bakar

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Luka bakar merupakan jenis trauma fisik yang parah dan seringkali menyebabkan rasa nyeri akut yang hebat. Sekitar 80% pasien yang mengalami luka bakar melaporkan rasa sakit yang luar biasa, yang dapat berkembang menjadi nyeri kronis jika tidak ditangani dengan baik. Penanganan nyeri luka bakar umumnya melibatkan penggunaan obat-obatan seperti opioid dan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Meskipun efektif, penggunaan NSAID dan opioid memiliki risiko efek samping, seperti gangguan gastrointestinal, ginjal, dan ketergantungan jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian tentang adjuvan alami yang dapat mengurangi ketergantungan pada obat-obatan konvensional menjadi penting. Ekstrak kakao, yang kaya akan flavonoid dan polifenol, memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi dan analgesik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak kakao sebagai adjuvan tramadol dalam mengelola nyeri luka bakar dan dampaknya terhadap molekul inflamasi seperti IL-1β dan iNOS.

Penelitian ini menggunakan desain eksperimen acak post-test-only dengan 15 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol (placebo), tramadol-ibuprofen (12,5 mg/kg dan 15 mg/kg), dan tramadol-ekstrak kakao (12,5 mg/kg dan 0,5 g/kg). Luka bakar derajat kedua diinduksi dengan merendam kaki kanan tikus dalam air panas 65°C selama 3 detik. Pengukuran ambang nyeri dilakukan 24 jam setelah perlakuan menggunakan uji Von Frey. Kadar IL-1β serum dan iNOS diukur menggunakan ELISA.

Hasil menunjukkan bahwa kelompok tramadol-ibuprofen dan tramadol-ekstrak kakao menunjukkan ambang nyeri yang signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p=0,001). Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok tramadol-ibuprofen dan tramadol-ekstrak kakao (p=0,955). Kadar IL-1β serum pada kelompok kontrol adalah 8,68 ng/mL, sementara pada kelompok tramadol-ekstrak kakao dan tramadol-ibuprofen masing-masing adalah 6,98 ng/mL dan 6,70 ng/mL, dengan perbedaan signifikan dibandingkan kontrol (p=0,005 untuk tramadol-ekstrak kakao dan p=0,013 untuk tramadol-ibuprofen). Untuk kadar iNOS, kelompok tramadol-ekstrak kakao (19,90 ng/mL) dan tramadol-ibuprofen (19,74 ng/mL) menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan kelompok kontrol (21,53 ng/mL), namun tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok perlakuan (p=0,963).

Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kakao dapat meningkatkan efek analgesik tramadol dan memiliki potensi antiinflamasi yang setara dengan ibuprofen. Kedua kombinasi perlakuan meningkatkan ambang nyeri dan mengurangi kadar IL-1β serta iNOS, yang menunjukkan penurunan inflamasi di tingkat molekuler. Ekstrak kakao kaya akan flavonoid, yang berfungsi menghambat jalur inflamasi dan produksi sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β. Hasil ini mendukung penggunaan ekstrak kakao sebagai alternatif alami untuk NSAID dalam manajemen nyeri luka bakar, memberikan efek yang lebih aman dan mengurangi ketergantungan pada opioid dan NSAID.

Ekstrak kakao sebagai adjuvan tramadol menunjukkan efektivitas yang setara dengan kombinasi tramadol-ibuprofen dalam mengurangi nyeri luka bakar, dengan manfaat tambahan berupa pengurangan inflamasi yang lebih signifikan. Penurunan kadar IL-1β dan iNOS menunjukkan bahwa ekstrak kakao dapat mengurangi reaksi inflamasi, memberikan potensi sebagai alternatif alami dalam pengelolaan nyeri luka bakar. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dosis optimal dan aplikasinya pada manusia, untuk memastikan keamanan dan efektivitas ekstrak kakao dalam terapi nyeri.

Penulis: Herdiani Sulistyo Putri, dr., Sp.An-TI., FIP

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Tafinna Lazuardi R, Surya Airlangga P, Sulistyo Putri H, Hari Santoso K, Sumartono Waloejo C. Potential of Cacao Extract as a Natural Adjuvant Analgesic in Burn Injury: Integrating Behavioral and Molecular Findings. Vascular and Endovascular Review [Internet]. 2025;8(9s):219“23.

AKSES CEPAT