Senyawa diethylnitrosamine (DEN) merupakan kelas senyawa nitrosamin yang terbentuk dari reaksi nitrit dengan amina sekunder dan bersifat karsinogenik. Senyawa ini sering ditemukan dalam bahan pengawet makanan seperti daging, sosis, daging asap, dan ikan asin. Peningkatan jumlah DEN dapat merusak organ limpa sehingga fungsinya menurun. Radikal bebas ini menyebabkan kerusakan pada jaringan sel dan organel sel dalam bentuk degenerasi, penumpukan intraseluler, nekrosis, dan peradangan. Peradangan dapat mengubah dinamika pertumbuhan sel. Studi sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara peradangan dan kanker, seperti yang terlihat pada penyakit radang usus (IBD). Pasien IBD menunjukkan overexpresi gen peradangan, seperti faktor nuklir kappa B (NF-魏B). Aktivasi NF-魏B mendorong overexpresi gen siklus sel, inhibitor apoptosis, dan protease. Ketika DEN masuk ke dalam tubuh melalui darah, hal ini dapat menyebabkan kerusakan organ. Jika tubuh terpapar DEN, hal ini akan menyebabkan peningkatan radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif seluler. Stres oksidatif timbul akibat ketidakseimbangan antara prooksidan dan antioksidan. Stres oksidatif dapat berkontribusi pada kerusakan jaringan, bahkan merusak organel sel seperti mitokondria, nukleus, dan organel lainnya. Radikal bebas diketahui menyebabkan peroksidasi lipid pada membran sel.
Aktivitas antioksidan endogen dapat melawan radikal bebas, namun jumlahnya sangat terbatas. Oleh karena itu, antioksidan eksogen tambahan diperlukan untuk memperkuat antioksidan endogen. Bahan alami sebagai sumber antioksidan eksogen cocok untuk mengatasi berbagai penyakit yang terkait dengan radikal bebas. Bahan alami diharapkan dapat memiliki senyawa metabolit sekunder yang penting untuk dapat mengikat radikal bebas dan berperan sebagai antioksidan eksogen yang efektif.
Ganoderma applanatum adalah jamur yang tumbuh di kayu dengan bentuk seperti kipas berwarna kuning atau cokelat pada lapisan dalamnya. Polisakarida tipe 脽-glukan yang diekstraksi dari basidiokarp dan miselium G. applanatum berfungsi sebagai antioksidan dan mengurangi kerusakan oksidatif akibat paparan langsung radikal bebas dengan memicu peningkatan sistem kekebalan tubuh. Polisakarida ini dapat menghambat pelepasan histamin dan memiliki sifat antiinflamasi, yang berperan dalam mengurangi kadar TNF-伪 dan IL-6 sebagai sitokin proinflamasi. Kadar rendah sitokin ini dapat mencegah nekrosis sel. Penelitian sebelumnya tentang efek hepatoprotektif ekstrak kasar polisakarida G. applanatum pada fibrosis hati tikus yang diinduksi oleh karbon tetraklorida menunjukkan bahwa ekstrak kasar ii dapat mencegah kenaikan nekrosis, densitas kolagen, dan mencegah kerusakan pada organ hati secara fisiologis.
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya dengan mengamati potensi G. applanatum terhadap persentase apoptosis, nekrosis, tingkat TNF-伪, dan IL-6 pada tikus yang diinduksi oleh DEN. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam upaya menyediakan suplemen nutraceutical yang aman dan terjangkau sebagai pendamping kemoterapi. Hasil riset menunjukkan bahwa Ekstrak polisakarida G. applanatum pada tikus dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh paparan DEN, yang tentu saja harus memperhatikan konsentrasi atau dosis yang diberikan. Konsentrasi ekstrak polisakarida G. applanatum yang digunakan adalah 150 mg/kg berat badan. Ganoderma berfungsi sebagai antioksidan dan mengurangi kerusakan oksidatif akibat paparan langsung terhadap radikal bebas dengan merangsang peningkatan sistem kekebalan tubuh. Senyawa dalam Ganoderma applanatum dapat memperbaiki kerusakan sel dan membantu regenerasi sel pada jaringan yang rusak. Polisakarida G. applanatum mampu merangsang limpa dengan memproduksi antibodi dan makrofag sebagai bentuk perlawanan terhadap antigen.
Harapannya, penelitian ini dapat menjadi penelitian yang informatif dan mendukung penelitian-penelitian selanjutnya terkait efek medis dari Ganoderma applanatum. Selain itu, hilirisasi lebih lanjut dibutuhkan dan pengembangan serta dukungan instansi dibutuhkan dalam rangka pengembangan produk berbasis Ganoderma applanatum guna bahan alami untuk antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker.
Penulis: Prof. Win Darmanto, M.Si., Med Sci., Ph.D.
Link artikel:





