51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Ellagic Acid Dari Buah Delima dalam Mereduksi Kerusakan Liver Akibat Kolestasis

Foto by Alodokterr

Kolestasis merupakan gangguan hati baik pada manusia maupun hewan yang dalam perkembangannya berkaitan dengan tres oksidatif, peradangan, dan fibrosis hati. Hingga saat ini belum ada terapi atau penanganan standar yang memberikan hasil yang betul-betul memuaskan. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian dengan memanfaatkan tanaman obat untuk penanganan kolestasis. Salah satu di antaranya adalah dengan memanfaatkan bahan aktif, ellagic acid (EA), yang terkandung dalam buah delima. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh EA dalam melindungi rdan menurunkan risiko kerusakan hati akibat kolestasis. Selain itu, juga untuk memahami mekanisme yang mendasari kerusakan hati pada tikus sebagai hewan model dengan tehnik ligasi saluran empedu atau bile duct ligation (BDL).

Pada penelitian ini digunakan tikus dewasa jantan yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan, yaitu kelompok control yang mendapatkan perlakuan operasi semu, kelompok BDL tanpa terapi dan kelompok BDL yang diterapi dengan EA 60 mg/kg bb/hari, Terapi dimulai pada hari kedua setelah BDL dan diberikan selama 21 hari.  Pada hari ke-22 dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan enzim liver dan empedu, yaitu Aspartat aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), alkaline phosphatase (ALP), dan gamma-glutamyl transpeptidase (GGT).  Selain itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap tumor necrosis factor alpha (TNF-伪) dan transforming growth factor beta 1 (TGF-尾1) dengan menggunakan teknik sandwich ELISA serta pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin eosin dan Massion’s Thricome.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BDL secara signifikan dapat meningkatkan kadar serum AST, ALT, ALP, dan GGT hepatic,  juga meningkatkan kadar TNF-伪, dan TGF-尾1 dibandingkan kelompok kontrol. Studi histologis menunjukkan bahwa BDL meningkatkan derajat nekroinflamasi dan peningkatan deposisi kolagen pada liver dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian EA dengan dosis 60 mg/kgbb perhari  secara signifikan  meningkatkan perbaikan morfofungsi hati. Pemberian EA juga mampu memperbaiki profil AST, ALT, ALP, GGT, TNF-伪 dan TGF-尾1 pada kelompok  BDL.  Dapat disimpulkan bahwa EA telah terbukti memperbaiki kerusakan hati akibat  kolestasis dan perbaikan terhadap kerusakan hati yang lebih parah diduga terjadi karena aktivitas EA sebagai antioksidan, anti inflamasi, dan anti fibrotik.

Penulis: Wiwik Misaco Yuniarti, Bambang Sektiari L., dan Ratna Widyawati

Jurnal: Open Veterinary Journal

AKSES CEPAT