51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Potensi Film Biokomposit Kitosan“Polivinil Alkohol “ Aloe Vera Sebagai Wound Dressing

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Wound dressing adalah bahan biomedis yang dirancang untuk menutupi dan melindungi luka, sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut dan mempercepat proses penyembuhan. Wound dressing yang ideal harus memiliki karakteristik khusus, termasuk potensi untuk mempertahankan lingkungan lembab di dalam luka,  efektif mengelola eksudat berlebih, melindungi dari infeksi mikroba, dan menunjukkan biokompatibilitas, biodegradabilitas, transparansi, dan elastisitas. Di antara berbagai jenis, Wound dressing berbentuk film banyak digunakan karena kemudahan aplikasinya, rute pemberian non-invasif, dan kenyamanan pasien.  Selain itu,  film biasanya transparan, elastis, dan fleksibel, yang semakin meningkatkan penerapan klinisnya. Bahan yang digunakan dalam fabrikasi pembalut film dapat mencakup polimer alami seperti gelatin, kolagen, dan kitosan, serta polimer sintetis, yang masing-masing memberikan kontribusi berbeda terhadap hasil penyembuhan luka.

Kitosan menunjukkan aktivitas penyembuhan luka yang penting karena klasifikasinya sebagai polisakarida kationik dengan sifat bakteriostatik yang melekat. Interaksi elektrostatik terjadi antara gugus amino kationik kitosan dan komponen anionik membran sel bakteri, sehingga memberikan efek antibakteri yang signifikan. Selain aksi antimikrobanya, kitosan memfasilitasi penyembuhan luka dengan mempercepat migrasi sel inflamasi ke lokasi luka, sebuah proses yang membantu regenerasi jaringan dan meningkatkan penyembuhan secara keseluruhan.

Polivinil alkohol (PVA) banyak digunakan dalam formulasi pembalut luka karena kemampuannya untuk meningkatkan viskositas gel dan membentuk film elastis dengan tensile strength yang menguntungkan. Namun, film berbasis PVA sering menunjukkan daya rekat yang buruk, permeabilitas gas terbatas, dan kapasitas penyerapan cairan yang rendah, yang dapat membatasi efektivitasnya sebagai pembalut luka. Sifat fisikokimia film PVA dapat ditingkatkan dengan menggabungkannya dengan polimer alami seperti alginat, kolagen, dan kitosan. Polimer ini memiliki kapasitas penyerapan yang unggul dan menyediakan lingkungan mikro lembap yang memfasilitasi manajemen eksudat yang optimal, sehingga mendukung aktivitas seluler dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Aloe vera memiliki potensi penyembuhan luka yang terutama dikaitkan dengan konstituen bioaktifnya, termasuk asam amino (glutamin, treonin, isoleusin, valin, dan fenilalanin), enzim (bradikinase, katalase, lipase, karboksipeptidase, dan peroksidase), dan polisakarida seperti glukomanan dan asam mannan. Komponen-komponen ini memberikan efek sinergis dengan kitosan, sehingga meningkatkan aktivitas antibakteri, merangsang proliferasi fibroblas, dan mempromosikan sintesis kolagen, sehingga berkontribusi pada percepatan penutupan luka. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa film yang terdiri dari kitosan dan PVA (masing-masing 1,5% w/w) menunjukkan karakteristik fisikokimia dan mekanik yang menguntungkan, termasuk stabilitas dalam pH, swelling index, moisture content, tensile strength, elongation at break, dan Young™s modulus.

Film yang mengandung Aloe vera menunjukkan penyembuhan luka yang lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan film kitosan-PVA tanpa Aloe vera dan kontrol positif, dibuktikan dengan persentase penyembuhan luka tertinggi dan penampilan makroskopis luka yang lebih baik dibandingkan dengan formulasi lain. Dari hasil, ditemukan terdapat interaksi sinergis antara kitosan, PVA, dan Aloe vera. Oleh karena itu, biokomposit ini menjanjikan untuk dikembangkan sebagai wound dressing.

Retno Sari, Dioni Fadia Zatalini, Esti Hendradi

Biocomposite Films of Chitosan“PVA“Aloe vera for the Burns Management in Wistar Rats Model

AKSES CEPAT