Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang utama, terutama di negara berkembang. Berdasarkan data Riskesdas, sebanyak 88,8% populasi di Indonesia menderita karies. Karies gigi adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi jaringan keras gigi dan menyebabkan pelarutan komponen organik dan demineralisasi komponen inorganik. Pada kondisi karies gigi dengan ruang pulpa terbuka dan masih dalam keadaan vital dapat diberikan terapi pulpa vital untuk mempertahankan vitalitas gigi.
Terapi pulpa vital (TPV) adalah perawatan untuk pulpa yang terinfeksi yang melibatkan pengangkatan jaringan pulpa yang terkontaminasi dan pembersihan serta pengisiannya saluran akar dengan suatu bahan. Sebuah studi melaporkan bahwa tingkat keberhasilan TPV adalah 73%-99%.Direct pulp capping (DPC) adalah terapi pulpa vital non invasif yang melibatkan aplikasi obat, dressing, atau material gigi ke pulpa untuk menjaga vitalitas dan merangsang pembentukan dentin reparatif, untuk menutup pulpa yang terbuka.
Kalsium hidroksida [Ca(OH)2] merupakan gold standard material pulp capping selama beberapa dekade, tetapi Ca(OH)2 memiliki kekurangan antara lain kurangnya adhesi pada dentin atau restorasi resin, memiliki sifat mekanik yang kurang baik, infiltrasi bakteri, terbentuknya tunnel defect pada dentine bridge dan resorpsi pulpa. Selain itu, terdapat pula mineral trioxide aggregate (MTA) sebagai material pulp capping. Namun, MTA memiliki waktu setting yang lama dan mudah pecah selama perawatan.
Saat ini sedang berkembang material alternatif pulp capping dengan menggunakan natural ingredients, contohnya Acemannan. Acemannan merupakan polisakarida alami yang diekstrak dari lidah buaya, bersifat merangsang proliferasi sel, osteogenik, imunomodulasi, dan antimikroba. Selain itu, Acemannan menginduksi penyembuhan pulpa dan pembentukan dentin secara in vitro dan in vivo. Namun, Acemannan bersifat radiolusen sehingga perlu digabungkan dengan material anorganik yang radiopak untuk mencegah salah tafsir pada gambaran radiografi sebagai rongga kosong atau karies sekunder. Calcium phosphate cement (CPC) merupakan material radiopak yang umum digunakan untuk perbaikan jaringan keras di bidang medis dan kedokteran gigi karena bersifat biokompatibel, non-eksotermik, dan konsistensi seperti pasta sehingga dapat masuk ke berbagai rongga atau defek. Penambahan material calcium sulfate hemihydrate (CSH) yang juga bersifat biokompatibel mampu mempersingkat setting time serta tidak bersifat toksik maupun menghambat proliferasi sel sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan alternatif untuk terapi direct pulp capping.
Acemannan memiliki karakteristik bahan capping yang menjanjikan dan praktis untuk merangsang terbentuknya dentin reparatif yang ekonomis dan efisien. Namun, berdasarkan komposisi monosakaridanya, spons acemannan bersifat radiolusen. Gambar CBCT menunjukkan bahwa dentine bridge yang menutup pulpa terletak di daerah radiolusen yaitu antara pulpa dan spons acemannan. Untuk mencegah salah tafsir sebagai rongga kosong atau karies sekunder, kombinasi acemannan dengan bahan lain diperlukan, misalnya, kalsium fosfat ke dalam spons acemannan untuk menghasilkan gambaran bahan organik-anorganik hibrida yang radiopak sehingga tidak salah tafsir.
Calcium phosphate cement (CPC) merupakan material anorganik yang bersifat radiopak dan biokompatibel karena struktur kimianya yang mirip dengan gigi. Semen CPC-CSH menunjukkan initial setting time yang singkat yaitu 15-20 menit sehingga memberikan waktu yang cukup bagi dokter untuk menempatkan material di atas lokasi pulpa yang terbuka tanpa menyebabkan stress. Nilai pH semen bifasik CPC-CSH mendekati netral (pH = 6,5-6,9), bahan berbasis kalsium dengan pH netral dapat menginduksi pembentukan struktur dentine bridge di daerah yang tidak nekrotik. CPC-CSH memproduksi banyak hidroksiapatit yang berperan penting dalam pembentukan dentin dan regenerasi pulpa karena pembentukan permukaan bioaktif. Hidroksiapatit dapat memfasilitasi pertumbuhan dan diferensiasi odontoblastik dari human dental pulp cell (HDPC).
Oleh karena itu, kombinasi acemannan sponge dan calcium phosphate cement-calcium sulfate hemihydrate (CPC-CSH) berpotensi sebagai alternatif bahan direct pulp capping untuk pembentukan dentin reparatif.
Penulis: Anis Irmawati
Artikel ini dapat diakses secara lengkap pada: Journal of Health and Allied Sciences. p-ISSN: 2582-4287; e-ISSN: 2582-4953. Open access under the Creative Commons license CC BY (Attribution). Available at DOI: 10.1055/s-0043-1768594





