Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Jumlah penderitanya terus meningkat, terutama akibat pola makan tinggi gula dan lemak serta kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini memicu ketidakseimbangan penggunaan insulin, sehingga kadar glukosa darah tetap tinggi dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Karena itu, banyak penelitian mulai menyoroti peran bahan alami sebagai terapi pendamping diabetes. Salah satu senyawa yang banyak dibahas adalah kuersetin, flavonoid yang terdapat pada bawang merah, apel, anggur, dan teh.
Dalam upaya memahami lebih jauh manfaat kuersetin, sebuah meta-analisis menggabungkan tujuh penelitian eksperimental pada tikus diabetes tipe 2. Seluruh penelitian menggunakan desain serupa, yaitu kelompok tikus yang diinduksi diabetes dibandingkan dengan kelompok yang diberikan kuersetin dalam berbagai dosis, mulai dari 25 hingga 300 mg/kg, selama periode 8 hari hingga 14 minggu. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa kuersetin secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah. Rata-rata, penurunan mencapai hampir 100 mg/dL pada kelompok tikus yang menerima kuersetin dibandingkan kelompok yang tidak mendapat perlakuan. Efek ini cukup besar dan konsisten pada sebagian besar penelitian, menunjukkan bahwa kuersetin berpotensi sebagai agen antidiabetes alami.
Efektivitas kuersetin berkaitan dengan kemampuannya meningkatkan pelepasan insulin, melindungi sel pankreas dari stres oksidatif, serta membantu jaringan tubuh menyerap glukosa dengan lebih efisien. Kuersetin juga memengaruhi jalur metabolik penting seperti PI3K/Akt dan AMPK, yang berperan dalam regulasi gula darah. Beberapa penelitian mencatat bahwa dosis yang lebih tinggi cenderung memberikan hasil yang lebih efektif. Meskipun begitu, hasil antarstudi tidak sepenuhnya seragam karena adanya perbedaan dosis, durasi intervensi, serta kondisi tikus yang digunakan. Namun, analisis bias menunjukkan temuan yang stabil dan dapat dipercaya.
Temuan ini memberi harapan bahwa kuersetin dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam mengelola diabetes tipe 2, meskipun penelitian pada manusia masih diperlukan. Mengonsumsi makanan kaya flavonoid dapat menjadi langkah sederhana yang berpotensi memberi manfaat bagi kesehatan metabolik, sekaligus mendorong pendekatan alami dalam pengendalian gula darah.
Penulis: Anisa Lailatul Fitria
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Faiz Nabila Mumtazya, Anisa Lailatul Fitria, Dominikus Raditya Atmaka, Annis Catur Adi
Mumtazya, F. N., Fitria, A. L. ., Atmaka, D. R. ., & Adi, A. C. (2025). META-ANALISIS : EFEK KUERSETIN SEBAGAI ANTIDIABETES DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA STUDI TIKUS DIABETES MELITUS TIPE 2 . Darussalam Nutrition Journal, 9(2), 120“130. https://doi.org/10.21111/dnj.v9i2.14313





