51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Pegagan sebagai Agen Antioksidan untuk Penangkal Radikal Bebas

Gaya hidup yang tidak sehat dan polusi udara yang berlebihan dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas adalah suatu molekul yang mengandung satu atau lebih elektron yang bersifat sangat reaktif dan dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel (penuaan).

Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan elektron ke radikal bebas untuk menstabilkan molekul. Semakin banyak jumlah antioksidan dalam tubuh dapat menekan jumlah radikal bebas.

Penggunaan bahan aktif dari bahan alam semakin diminati dikalangan masyarakat seiring dengan berkembangnya tren kembali ke alam (back to nature) karena  dianggap lebih aman daripada obat modern apabila digunakan secara tepat. Hal ini disebabkan karena obat dari bahan alam memiliki efek samping relatif lebih sedikit, mudah diperoleh, murah dan alami.

Dengan keunggulan tersebut, menyebabkan angka penggunaan obat bahan alam meningkat. Penggunaan obat dari bahan alam di Asia Tenggara menurut hasil survei WHO di sepuluh negara sebesar 88%). Menurut Riskesdas 2010, 90% penduduk Indonesia yang pernah mengkonsumsi obat bahan alam, menyatakan adanya manfaat.

Berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa sebesar 98,8% penggunaan obat tradisional menunjukkan efek samping relatif lebih rendah dibandingkan dengan obat modern. Hal ini juga didukung dengan penggunaan obat tradisional yang tepat (dosis, waktu penggunaan, cara penggunaan) serta ketepatan pemilihan obat untuk terapi penyakit tertentu.

Centella asiatica (L.) Urban  atau pegagan merupakan tanaman obat yang memiliki  aktivitas  antara lain menyembuhkan luka, anti tumor, anti depresi, menghambat pembentukan anti fibrosis, proteksi saraf, anti inflamasi, dan juga antioksidan. Asiatikosida, sebagai terpenoid glikosida, merupakan komponen utama pegagan yang berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menghilangkan radikal bebas, merevitalisasi pembuluh darah, dan meningkatkan daya ingat.

Aktivitas antioksidan dapat diklasifikasikan dalam lima kategori berdasarkan IC50 yaitu sangat kuat : < 50 mg/mL, kuat : 50-100 mg/mL, moderat 100-150 mg/mL, lemah :  150-100 mg/mL dan sangat lemah > 200 mg/mL. Dalam pengembangan bahan aktif dari tanaman sebagai sediaan maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan, karakteristik fisikokimia, aktivitas dan keamanan serta formulasi.

Keamanan tanaman obat tergantung pada kandungan senyawa bioaktif yang terbukti mempunyai aktivitas farmakologi tertentu. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui mutu produk ekstrak adalah skrining golongan senyawa, penetapan kadar marker.

Dari hasil penelitian didapatkan kandungan asiatikosida dari ekstrak kering pegagan sebesar 9,07% dan mempunyai aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 116,57 mg/mL dan dikategorikan sebagai antioksidan dengan kategori kuat. Oleh karenanya pegagan potensial sebagai agen antioksidan dan menjanjikan untuk dikembangkan dalam berbagai bentuk sediaan untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Penulis: Prof. Dr. Dra. Retno Sari, MSc., Apt

Informasi lebih lanjut dapat diakses pada:

 

 

AKSES CEPAT