51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Penghambatan Punicalagin pada Buah Delima terhadap Virus Dengue

KOMPOSISI MONOSAKARIDA FUCOIDAN DARI Sargassum plagiophyllum DAN AKTIVITAS ANTI DEMAM BERDARAH
Ilustrasi Demam Berdarah (Foto: Infolabmed)

Infeksi virus dengue (DENV) dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, sehingga masih menjadi masalah kesehatan global. Virus dengue merupakan jenis virus RNA yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus ini memiliki empat jenis serotipe dengan penyebaran yang cepat di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa infeksi virus ini mengalami peningkatan kasus hingga 30 kali lipat di seluruh dunia dalam lima dekade terakhir. Penyebaran DENV lebih cepat terjadi di daerah beriklim tropis dan subtropis. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi sehingga nyamuk dapat bertahan hidup di hampir seluruh wilayah Indonesia. Mayoritas wilayah di Indonesia merupakan daerah endemis DENV dengan kasus yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan masalah kesehatan di Indonesia yang sulit diatasi.

Saat ini penanganan kasus infeksi ini difokuskan pada pengembangan obat antivirus. Hal ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat belum ada terapi obat spesifik yang efektif dalam menghambat pertumbuhan DENV. Pengembangan suatu obat memerlukan beberapa tahap pengujian yang membutuhkan waktu lama. Salah satu tahap awal pengembangan obat adalah dengan pengujian secara in silico melalui molecular docking.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi yang terjadi antara senyawa uji dan reseptor target. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi penghambatan senyawa punicalagin terhadap protein NS5 DENV serotipe 3. NS5 adalah kompleks protein terbesar dan paling terkonservasi (dengan lebih dari 70% identitas urutan di antara keempat serotipe).

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa senyawa punicalagin memiliki kemampuan untuk menempel pada reseptor target di kompleks domain C-Terminal. Docking ini menghasilkan energi bebas ikatan (螖G) sebesar -6,39 kkal/mol. Hasil ini lebih baik dibandingkan dengan 螖G senyawa kontrol ribafirin sebesar -6,09 kcal/mol. Nilai Konstanta Inhibisi (Ki) punicalagin juga menunjukkan hasil yang lebih baik yaitu 20,67 碌M dibandingkan dengan ribavirin sebesar 34,52 碌M Sehingga dapat diketahui bahwa senyawa punicalagin efektif menghambat replikasi DENV dan berpotensi sebagai kandidat obat DENV.

Penulis: Teguh Hari Sucipto, Radinal Kautsar, dkk.
Judul Artikel: In Silico Analysis of Inhibitor Potential of Punicalagin Compound in Pomegranate (Punica granatum) Against NS5 DENV-3 Protein

Informasi detail tentang artikel ilmiah ini dapat dilihat di:

https://e journal.unair.ac.id/IJTID/article/view/52320

AKSES CEPAT