Kunyit merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan di Indonesia, Thailand, dan India sebagai bahan masak dan pengobatan tradisional. Kunyit mengandung bahan aktif turmeric yang diketahui memiliki toksisitas rendah dan menstimulasi berbagai macam aktivitas biologis yang baik seperti antimikroba, antijamur, antioksidan, bahkan antikanker. Dalam proses penyembuhan luka, kurkumin diketahui memiliki kemampuan antiradang yag dapat mempercepat penyembuhan luka dengan mempengaruhi aktivitas pelepasan sel-sel radang.
Dalam praktik kedokteran gigi, penggunaan periodontal dressing berbahan kombinasi seng oksida dengan eugenol (cengkeh) untuk menutup luka pasca operasi tidak lagi asing. Selain untuk melindungi luka pasca operasi dari trauma mekanik akibat mengunyah makanan, kombinasi bahan tersebut juga memiliki efek antibakteri dan anastetik. Akan tetapi eugenol diketahui dapat menyebabkan alergi pada sebagian orang, bersifat toksik dan meningkatkan keradangan jaringan sehingga memperlambat penyembuhan luka. Hal tersebut menyebabkan perlunya mencari bahan alternatif pengganti eugenol pada kombinasi tersebut, salah satunya adalah menggunakan ekstrak kunyit.
Pada penelitian sebelumnya, kombinasi seng oksida dengan ekstrak kunyit sebagai surgical dressing diketahui mampu menurunkan sitokin sitokin keradangan pada luka sayat di punggung tikus. Akan tetapi efektfitasnya pada pembedahan di rongga mulut belum diketahui. Salah satu praktik bedah rutin yang dilakukan di kedokteran gigi adalah pencabutan gigi, yang biasanya tidak hanya melibatkan gusi tetapi juga melibatkan tulang. Sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui efektifitas kombinasi seng oksida dan gel ekstrak kunyit pada konsentrasi 10%, 20% dan 40% pada luka pasca pencabutan dalam pertumbuhan tulang. menggunakan hewan coba tikus.
Hasil dari penelitian ditemukan bahwa kombinasi seng oksida dan gel ekstrak kunyit mampu menginduksi proses penyembuhan tulang pada luka pasca pencabutan. Proses penyembuhan tulang diketahui memalui pemeriksaan imunohistokimia terhadap dua mediator penting untuk menginduksi pertumbuhan tulang yaitu RUNX-2 dan ALP. Penggunaan kombinasi seng oksida dan gel ekstrak kunyit dapat meningkatkan RUNX-2 dan ALP bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan periodontal dressing pasca pencabutan, akan tetapi memiliki efektifitas yang berbeda pada tiap konsentrasi dan durasi pengaplikasiannya. Penggunaan selama 7 hari mampu meningkatkan nilai RUNX-2 dan ALP secara signifikan bila dibandingkan dengan penggunaan hanya 3 hari. Sedangkan untuk konsentrasi optimal adalah konsentrasi 40% karena pada konsentrasi tersebut mampu meningkatkan RUNX2 dan ALP hingga sama tinggi bila dibandingkan dengan kombinasi seng oksida eugenol yang selama ini telah dipakai. Sehingga penelitian ini menunjukkan potensi kombinasi seng oksida dengan gel ekstrak kunyit sebagai alternatif dari periodontal dressing berbahan dasrseng oksida eugenol untuk luka pasca pencabutan.
Penulis: Astari Puteri, drg. dan Jennifer Widjaja, drg., M.kes
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
DOI : 10.4103/jips.jips_120_21
Jennifer Widjaja, Indeswati Diyatri, Wibi Riawan, Astari Puteri, Asti Meizarini (2021). New insight into the role of a combination of zinc oxide and turmeric rhizome liquid extract in osteogenic marker expression. The Journal of Indian Prosthodontic Society. Vol. 21, issue 3, pp. 262-8.





