Regenerasi tulang alveolar dan yang efektif tetap menjadi tantangan klinis, dan adanya peningkatan potensi dari menggabungkan sel punca pulp gigi manusia (hDPSCs) atau sel punca dari gigi sulung yang terlepas (SHED) ke dalam scaffold dibandingkan dengan yang tanpa sel belum dievaluasi secara sistematis secara invivo, dimana hal ini masih membatasi kemajuan dalam terapi regeneratif gigi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil dari sel punca pulpa gigi manusia dengan kombinasi scaffold untuk regenerasi tulang alveolar dan rahang.
Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA dan menggunakan kerangka PICO. Pencarian yang komprehensif dilakukan di PubMed, Scopus, Embase, Web of Science, Perpustakaan Cochrane, dan Google Scholar hingga April 2025, dengan fokus pada studi yang menggunakan sel punca pulpa gigi manusia dan scaffold untuk regenerasi tulang alveolar dan rahang pada model hewan. Kriteria inklusi dibatasi pada uji coba in vivo yang berbahasa Inggris yang membandingkan scaffold tanpa sel dengan scaffold yang menggabungkan hDPSCs atau SHED. Risiko bias dinilai dengan alat CAMARADES yang dimodifikasi. Tinjauan ini terdaftar di PROSPERO (CRD420250655330).
Sembilan belas studi memenuhi kriteria inklusi. Dari jumlah ini, 8 studi berfokus pada regenerasi tulang menggunakan SHED, sedangkan 11 studi menyelidiki DPSC yang diperoleh dari gigi permanen. Temuan ini mengungkapkan bahwa scaffold yang diinokulasi dengan DPSC mencapai tingkat pembentukan tulang baru berkisar antara 0,2 hingga 70,5%, sedangkan scaffold yang diinokulasi dengan SHED menunjukkan tingkat regenerasi sebesar 32,64% dan 40%.
Integrasi DPSCs manusia atau SHED dengan scaffold secara konsisten meningkatkan regenerasi tulang alveolar dan rahang dibandingkan dengan hanya menggunakan scaffold, meningkatkan volume tulang, kerapatan, osteogenesis, dan angiogenesis serta menunjukkan potensi yang kuat untuk penggunaan klinis di masa depan.
Penulis: Prof. Dr. Michael Josef Kridanto Kamadjaja, drg., MKes., Sp.Pros subSp. PKIKG (K)
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di:
Regenerative potential of human dental pulp stem cells in scaffold-based alveolar and jaw bone reconstruction: a systematic review, Dhafer Abdulwase Alshaibani, Michael Josef Kamadjaja, Ratri Maya Sitalaksmi, Rini Devijanti Ridwan, Redhwan Saleh Al-Gabri3 , Muhammad Sohail Zafar, Sundar Ramalingam and Ahmed Yaseen Alqutaibi
Link:





