51

51 Official Website

Evaluasi Biologis dan Mekanis Bahan dari Wharton Jelly Manusia yang Tidak Diselularisasi sebagai Kandidat Soft Tissue Graft

Sumber ilustrasi: Bidan Kita

Studi ini mengeksplorasi potensi matriks Whartons Jelly manusiaԴDzԑd𳦱ܱ (hWJM)sebagai material graft untuk jaringan lunak, melalui analisismekanik,degradasi,porositas, danparameter biologisseperti sekresiFGF2danVEGFA.

Dari sisi mekanik, studi ini membandingkan dua kondisikering dan basah. Mereka melaporkanultimate tensile strength (UTS)sebesar 0,787±0,356MPa untuk kondisi basah, sedangkan nilaielastic modulusadalah 0,568±0,206MPa. Nilainilai ini memberikan gambaran bahwa hWJM memiliki kekuatan tarik dan kekakuan yang moderat, cukup untuk fungsi sebagai scaffold lunak.

Aspek degradasi diuji dengan tiga medium: PBS, enzim kolagenase, dan simulated body fluid (SBF). Setelah 14 dan 28 hari dalam PBS, matriks mengalami degradasi sebesar 22% dan 39%. Dalam kolagenase, degradisi cepat terjadi15% dalam satu jam, mencapai 74% dalam 24 jam. SBF menunjukkan degradasi lebih lambat: 10,3% setelah 1 minggu, meningkat ke 13,9% pada 8 minggu. Hasil porositas dengan SEM menunjukkan rata-rata ukuran pori sekitar 66,95μm, yang cukup besar untuk mendukung infiltrasi sel dan difusi nutrisi. Porositas yang sesuai merupakan aspek penting untuk scaffold jaringan.

Dalam uji biologis, penelitian menemukan bahwa sekresi FGF2 dan VEGFA tidak berbeda secara signifikan antar grup (hWJM dan sel mesenkimal), dengan puncak sekresi terjadi di hari ke7. Ini menunjukkan bahwa hWJM memiliki kemampuan dasar untuk mendukung pelepasan faktor pertumbuhan, penting untuk angiogenesis dan regenerasi jaringan.

Kesimpulan utamanya adalah matriks Whartons Jelly manusia yangtidak didecellularisasimenunjukkan profil mekanik, degradasi, dan porositas yang memenuhi syarat sebagaisoft tissue graft. Meskipun sekresi faktor pertumbuhan tidak menonjol secara signifikan dibanding kontrol, konsistensi pelepasan hingga hari ke7 tetap menunjukkan potensi biologis yang menjanjikan.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikanlandasan kuatbahwa hWJM, tanpa harus melalui proses desellularisasi, dapat menjadi scaffold alternatif yang efektif untuk aplikasi di bidang bedah jaringan lunak. Studi lebih lanjut, khususnya padainteraksi sel ԯv,biokompatibilitas, danperformance klinis, akan memperkuat validitas translasi material ini ke praktik klinik di masa depan.

Penulis: Prof. Dr. Nike Hendrijantini, drg., M.Kes., Sp.Pros (K)

Detail riset bisa dilihat di paper berjudul: Mechanical and Biological Properties of Nondecellularized Human Wharton’s Jelly Matrix for Soft Tissue Graft Material: An in Vitro Study

Link:

AKSES CEPAT