51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Sisik Ikan sebagai Biomaterial Bone Graft

Foto oleh perikanan.sariagri.id

Sisik ikan yang tidak dimanfaatkan dan menjadi limbah pangan, padahal sisik ikan dapat dimanfaatkan sebagai biomaterial bone graft untuk mengatasi penyakit periodontal.

Penyakit periodontal adalah infeksi yang sering dijumpai di dalam rongga mulut dan berdampak pada kerusakan jaringan periodonsium. Inflamasi dapat berhenti hanya pada gingiva dan mengakibatkan gingivitis, atau meluas ke periodontal ligament dan tulang alveolar sehingga terjadi periodontitis. Apabila pada keadaan tersebut tidak dilakukan perawatan maka gigi akan goyang dan keadaan akan berakhir dengan kehilangan dari gigi geligi. Kerusakan jaringan periodonsium ini membutuhkan perawatan regeneratif untuk meningkatkan dimensi tulang yang hilang.

Kolagen asal alam dari laut mulai dikembangkan karena kemiripan strukturnya dengan kolagen mamalia. Ini memiliki biokompatibilitas yang baik, kemudahan ekstraksi, larut dalam air, biaya produksi rendah, dan biodegradable. Pendayagunaan kolagen yang berasal dari hewan yang hidup di air, seperti ikan dapat menjadi alternatif yang menjanjikan. Sisik ikan merupakan salah satu sumber alternatif dalam pembuatan kolagen.  Kolagen yang berasal dari sisik ikan dapat digunakan untuk menyembuhkan luka bakar dan perbaikan jaringan

Sisik ikan merupakan biokomposit dengan fiber kolagen tipe 1 yang tinggi dan hidroksipatit Ca10(OH)2(PO4)6. Sisik ikan merupakan salah satu sumber alternatif dalam pembuatan kolagen. Sisik ikan gurame (Osphronemus gouramy) mengandung kolagen tipe 1. Kolagen yang berasal dari sisik ikan gurami dapat dipertimbangkan sebagai bahan alternatif untuk rekayasa jaringan karena kandungan kolagennya yang melimpah dan biokompatibilitas yang baik. Dengan mempertimbangkan peranan kolagen tipe I tersebut, saat ini banyak dikembangkan ekstrak kolagen sebagai biomaterial bone graft. Kolagen merupakan gold standart pada regenerasi jaringan. Kolagen mempunyai banyak kelebihan yaitu biodegradasi, biokompatibel, mudah didapat dan banyak manfaatnya. Kolagen tidak hanya berfungsi sebagai scaffold untuk regenerasi tulang, namun juga dapat menunjukkan kemampuan induktif untuk pertumbuhan tulang.

Keberhasilan terbentuknya tulang baru membutuhkan dan dipengaruhi oleh beberapa komponen penting, yaitu sel progenitor (antara lain osteoblas, fibroblas), signaling molecules (sitokin, growth factors), serta scaffold pada jaringan yang mengalami kerusakan. Scaffold dapat disediakan oleh biomaterial bone graft yang berperan dalam merangsang prekusor osteoblast. Persyaratan scaffold yang ideal meliputi osteokonduktif, osteoinduktif, osteogenik, biodegradable, struktur mikro yang baik, dan sifat mekanik yang tepat. Juga, persyaratan yang paling penting adalah kemampuan untuk merangsang adhesi sel dan untuk mempertahankan fungsi jaringan. Dalam tulang banyak terkandung kolagen tipe I, Kolagen mudah terdegradasi dan teresorbsi oleh tubuh sehingga mempunyai perlekatan yang baik ke sel. Kolagen sebagai biomaterial dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka dengan membentuk matriks ekstraseluler untuk perlekatan sel-sel jaringan periodontal, khususnya sel fibroblas.

Proses pembuatan peptida kolagen membutuhkan proses hidrolisis kimia atau enzimatik dalam kondisi yang terkendali. Salah satu proses hidrolisis terbaik adalah metode enzimatik karena kelebihannya, seperti spesifisitas, kontrol hidrolisis, dan lebih sedikit limbah; Oleh karena itu, metode ini lebih banyak digunakan. Namun demikian, metode ekstraksi mungkin memiliki pengaruh yang menguntungkan dan tidak menguntungkan yang mempengaruhi karakteristik kolagen, seperti: stabilitas termal, massa molar, kapasitas retensi air, dan kapasitas pembentukan gel. Enzim yang digunakan dalam proses hidrolisis adalah protease yang disebut juga peptidase. Peptidase adalah enzim dari gugus hidrolase dan bekerja dengan memecah ikatan protein menjadi peptida. Pada penelitian ini enzim peptidase yang digunakan adalah enzim pepsin. Hidrolisis enzimatik kolagen menghasilkan peptida aktif secara biologis dengan kapasitas antioksigenik dan antimikroba. Peptida kolagen dari sisik ikan gurami layak untuk sel Fibroblas Gingiva Manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi peptida kolagen dan viabilitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 0,01 mg/ml yaitu 150,11%.

Penulis: Noer Ulfah

Artikel lengkap dapat dibaca pada:

Noer Ulfah, Samuel Rehuel Santoso, Lambang Bargowo, Shafira Kurnia, Chiquita Prahasanti. The Viability of Collagen Peptide from Osphronemus goramy Fish Scale Extract on Human Gingival Fibroblast. Research Journal of Pharmacy and Technology. 2022; 15(8):3497-1. doi: 10.52711/0974-360X.2022.00586

AKSES CEPAT