Lembaga penelitian International Energy Agency (IEA) melansir bahwa terjadi penurunan permintaan minyak selama masa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) tepatnya pada kuarter pertama 2020. Penurunan tersebut berdampak pada harga bahan bakar dunia yang turun drastis pada bulan Maret 2020. Salah satu produk minyak yang paling banyak diproduksi adalah gasoline. Harga gasoline sangat erat kaitannya dengan nilai inflasi dan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan masyarakat setiap harinya. Di sisi lain, perekonomian Indonesia rentan terhadap penurunan dan kenaikan harga minyak internasional. Hal ini juga dapat mengganggu salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke delapan terkait stabilitas pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan prediksi harga gasoline agar dapat dijadikan sebagai acuan oleh pemerintah dalam menentukan alokasi dana dan kebijakan ekonomi di masa mendatang.
Dalam penelitian ini, data harga gasoline di pasar internasional berupa data bulanan dan menunjukkan pola yang berfluktuasi serta pola tren periodik. Sehingga, analisis dapat dilakukan dengan pendekatan regresi nonparametrik estimator deret Fourier. Estimator deret Fourier merupakan pendekatan yang baik dalam mengakomodasi data runtun waktu dengan pola yang berfluktuasi dan bersifat periodik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi harga gasoline di pasar internasional menggunakan estimator deret Fourier memiliki tingkat akurasi yang baik dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 18,92%, lebih kecil dibandingkan dengan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dengan MAPE sebesar 32,1%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa estimator deret Fourier lebih baik daripada metode ARIMA dalam memprediksi harga gasoline di pasar internasional.
Prediksi harga gasoline di pasar internasional dengan menggunakan model terbaik menunjukkan tren kenaikan serta memiliki akurasi yang baik. Demikian diperoleh rekomendasi yaitu pemerintah dapat melakukan ekspor gasoline atau produk migas lainnya ketika terjadi kenaikan harga karena dapat meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah dalam menentukan dana anggaran dan kebijakan ekonomi di masa yang akan datang.
Penulis: Dr. Nur Chamidah, S.Si., M.Si.
Informasi lengkap (detail) dari penelitian ini dapat dilihat pada tulisan kami di laman:
Syehvira Shal Shabilla, Helda Urbhani Rosa, Anisa Laila Azhar, dan Nur Chamidah (2023). Predicting International Market Price of Gasoline Using Fourier Series Estimator. AIP Conference Proceedings 2975, 080017 (2023), pp. 1“13. DOI: 10.1063/5.0181368.





