51动漫

51动漫 Official Website

Probiotik dan Ekstrak Bawang Putih Tingkatkan Produksi dan Kesehatan Puyuh Petelur

Ilustrasi Bawang Putih (Sumber: Halodoc)
Ilustrasi Bawang Putih (Sumber: Halodoc)

Upaya mengurangi penggunaan antibiotic growth promoters (AGP) dalam peternakan terus berkembang dengan beragam pendekatan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu strategi yang menjanjikan adalah penggunaan probiotik dan ekstrak herbal, seperti bawang putih, untuk mendukung performa unggas, termasuk puyuh petelur.

Sebuah studi eksperimental terbaru mengkaji efektivitas inokulum mikrobiota sebagai probiotik攜ang terdiri dari Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium spp., dan Lactobacillus plantarum攕erta ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.), baik secara terpisah maupun dalam kombinasi, dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan puyuh betina fase bertelur.

Penelitian dilakukan pada 100 ekor puyuh betina berusia empat minggu dengan berat badan seragam. Burung dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari empat ulangan dengan lima ekor per ulangan. Kelima perlakuan tersebut meliputi: pakan basal (T0), pakan basal + probiotik 4 ml/l di air minum (T1), pakan + ekstrak bawang putih 2 ml/g (T2), kombinasi bawang putih 2 ml/g dan probiotik 4 ml/l (T3), serta kombinasi dosis lebih rendah (bawang putih 1 ml/g + probiotik 2 ml/l) (T4).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menerima kombinasi probiotik dan ekstrak bawang putih mengalami peningkatan signifikan dalam berbagai parameter produktivitas dan fisiologis. Peningkatan ini mencakup berat badan, produksi telur, kualitas telur baik secara internal (indeks kuning telur, skor warna, Haugh unit) maupun eksternal (ketebalan cangkang, indeks bentuk), serta perkembangan organ reproduksi seperti oviduk, ovarium, uterus, dan kloaka.

Secara hematologis, perlakuan dengan inokulum mikrobiota terbukti meningkatkan jumlah eritrosit dan leukosit secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol, menandakan respons kekebalan yang lebih baik. Meskipun kadar hemoglobin tidak berbeda signifikan antar perlakuan, nilai hematokrit menunjukkan peningkatan berarti pada kelompok yang diberi probiotik.

淭emuan ini memperkuat peran sinergis antara probiotik dan ekstrak herbal dalam mendukung kesehatan dan produktivitas puyuh petelur, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik dalam industri peternakan, ujar tim peneliti.

Lebih lanjut, penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi tepat antara ekstrak bawang putih dan probiotik tidak hanya mampu menekan konsumsi pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan (FCR), tetapi juga berpotensi menjadi pendekatan nutrisi fungsional yang aplikatif dan ekonomis untuk peternak kecil dan menengah di Indonesia.

Penulis: Bodhi Agustono, drh., M.Si.

Link:

AKSES CEPAT