Kekhawatiran global terhadap resistensi antibiotik mendorong industri perunggasan untuk mencari alternatif alami pengganti antibiotic growth promoters (AGPs) demi menjamin produksi unggas yang berkelanjutan dan aman. Tren ini sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen akan daging ayam kampung dan ayam yang dibesarkan secara alami, termasuk di Indonesia.
Dalam konteks tersebut, peternak lokal mulai beralih menggunakan ayam petelur jantan berukuran sedang (male layer chickens/MLCs) sebagai pengganti ayam kampung konvensional. Pergeseran ini menciptakan kebutuhan mendesak akan solusi inovatif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ayam tanpa bergantung pada antibiotik.
Menanggapi tantangan ini, sebuah studi terkini mengevaluasi efektivitas penggunaan probiotik sebagai alternatif AGP terhadap performa pertumbuhan, kualitas karkas, dan organ imun pada ayam petelur jantan strain ISA Brown. Penelitian ini melibatkan 180 ekor ayam berumur 21 hari, yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan, termasuk kelompok kontrol, kelompok dengan AGP, dan empat kelompok dengan dosis probiotik berbeda (15 ml/kg pakan). Probiotik yang digunakan terdiri dari Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium sp., dan Lactobacillus plantarum dengan konsentrasi 1,2 脳 10鈦 CFU/ml.
Selama 21 hari masa percobaan, para peneliti menilai berbagai parameter, seperti bobot badan, konsumsi dan konversi pakan, kecernaan nutrien, serta perkembangan organ dalam dan organ imun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi probiotik secara signifikan lebih unggul dibandingkan perlakuan AGP dalam semua parameter yang diuji. Khususnya, kelompok dengan dosis probiotik 5 ml/kg pakan menunjukkan performa terbaik dalam pertumbuhan, efisiensi pakan, peningkatan bobot karkas dan dada, serta perkembangan organ imun.
淧enelitian ini menegaskan bahwa probiotik bukan hanya pengganti AGP yang layak, tetapi juga lebih efektif dan berkelanjutan dalam mendukung produksi ayam petelur jantan, ungkap tim peneliti.
Temuan ini membuka peluang besar bagi industri perunggasan di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik. Dengan memanfaatkan strategi pakan berbasis probiotik, peternak tidak hanya dapat meningkatkan performa ayam, tetapi juga turut menjaga kesehatan masyarakat melalui produksi pangan yang lebih aman dan alami.
Penulis: Bodhi Agustono, drh., M.Si
Link:





