UNAIR NEWS Kecantikan Back to Nature saat ini menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas di manapun. Sebab, kecantikan itu sendiri merupakan kebutuhan bagi kaum hawa untuk tampil cantik dan sempurna dengan pemeliharaan kesehatan yang baik.
Pada tahun ini, program studi Pengobatan Tradisional (Batra) Fakultas Vokasi 51 mengadakan seminar Battra Exciting in Education An Proffesion (BAXIE) 2018. Bertempat di Hotel Sahid Surabaya pada Sabtu (15/9), seminar tersebut mengangkat tema Mengungkap Rahasia Kecantikan Nusantara dengan Akupunktur dan Herbal.
Tema tersebut dipilih sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa akupunktur dan herbal tidak hanya digunakan untuk pengobatan penyakit. Namun, keduanya juga dapat digunakan untuk perawatan kecantikan.
Seminar tersebut menghadirkan tiga pembicara. Yakni, dr. Ario Imandiri, dokter spesialis akupunktur; Prof. Mangestuti Agil, guru besar bahan alam; dan Raden Khairunnisa T. N. pebisnis muda pengobat alternatif.
Menjadi pembicara pertama, Raden Khairunnisa menjelaskan materi tentang pendirian bisnis spa dan refleksologi yang berlatar belakang sebagai sarjana ekonomi. Dia menceritakan bahwa bagaimana kali pertama merintis dan memulai usaha yang bukan dari keahliannya. Caranya adalah cara membagi waktu kuliah antara belajar dan berbisnis.
Itu saya lakukan untuk membiayai kuliah sendiri sampai bisa mengembangkan bisnisnya hingga sekarang, terangnya.
Kemudian tema akupunktur dr. Ario membahasa efektifitas akupuntur untuk perawatan kecantikan. Selanjutnya, sebagai pembicara terakhir, Prof. Mangestuti membicarakan materi tentang bagaimana cara mengolah bahan herbal untuk perawatan kecantikan.
Secara umum seminar tersebut bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat yang selama ini menganggap akupuntur dan herbal sebagai momok yang mengerikan. Bahkan sering digunakan untuk mengobati penyakit yang parah.
Ternyata keduanya dapat dijadikan sebagai perawatan kecantikan. Hal itu terbukti dari banyaknya orang yang mulai membuka bisnis di bidang pengobatan tradisional tersebut. Misalnya, spa dan reflexology. (*)
Penulis: Zukhrufah Aini
Editor: Feri Fenoria Rifai





