51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Produksi Kolagen Dari Kulit Ikan Alaska Pollock dengan Teknik Hidroekstraksi

Industri perikanan merupakan sektor usaha yang memiliki keberlanjutan dengan multi proses permasalahan terkait limbah. Limbah industri perikanan yang belum dimanfaatkan secara optimal serta rendahnya upaya dalam melakukan pengolahan adalah kulit ikan. Pemanfaatan dan pengolahan kulit ikan selama ini hanya dijadikan sebagai campuran pakan, kerajinan tangan, dan olahan kerupuk kulit ikan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain sehingga dapat menjadi solusi pencemaran lingkungan dan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, yaitu sebagai bahan baku pembuatan kolagen.

Kolagen adalah protein dengan struktur berserat yang merupakan komponen utama matriks ekstraseluler suatu organisme hidup yang berjumlah 25-30% dari total protein serta berperan penting dalam menjaga integritas struktur biologis dari beberapa jaringan. Kolagen banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang diantaranya dalam bidang industri, pangan, kosmetik, farmasi, kedokteran, fotografi dan lain sebagainya. Kolagen komersial yang beredar sebagian besar bersumber dari jaringan dan kulit hewan terestrial seperti babi, sapi ataupun ayam akan tetapi memiliki keterbatasan salah satunya adanya religious barrier. Oleh sebab itu, kolagen yang berbahan dasar dari bahan baku hasil perikanan bisa menjadi alternatif yang menjanjikan.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO) (2017), menyatakan bahwa ikan alaska pollock memiliki nilai produksi yang tinggi untuk dijadikan surimi dan produk fillet, hal tersebut dibuktikan dengan data produksi perikanan budidaya laut ikan alaska pollock pada tahun 2014 mencapai 3,245 ton, sedangkan pada tahun 2015 terjadi peningkatan produksi sebesar 3,372 ton. Data tersebut menjelaskan bahwa limbah kulit dari ikan alaska pollock yang dihasilkan semakin banyak dan berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kolagen.

Dalam pembuatan kolagen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu hidroekstraksi. Teknik hidroekstraksi apabila ditinjau dari proses produksinya memiliki beberapa keuntungan, antara lain waktu produksi yang lebih singkat, biaya produksi lebih rendah, memerlukan sedikit peralatan produksi, hasil rendemen tinggi dengan limbah sedikit, dan dapat diproduksi secara berkelanjutan. Hasil dari Teknik ini berupa kolagen biodegradable yang aman untuk dikonsumsi. Hasil penelitian dari proses isolasi kolagen ikan alaska pollock menunjukkan kesesuaian dengan SNI 8076:2014 yang meliputi kadar air ≤12%, kadar abu ≤1%, kadar protein ≥75%, dan kadar lemak ≤1%.

Penulis: Dr.Eng. Patmawati, S.Pi.,M.Si.

Jurnal: Effect of Acetic Acid Pre-treatment on Hydro-extraction of Water-Soluble Collagen from Skin of Alaska Pollock (Theragra chalcogramma)

AKSES CEPAT