n

51

51 Official Website

Prof David dan Kiprah Memainkan Pisau Bedah

Ahli bedah plastik UNAIR Prof. Dr. David Sontani Perdanakusuma
Ahli bedah plastik UNAIR Prof. Dr. David Sontani Perdanakusuma, dr., Sp.BP-RE(K). (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Salah satu ahli bedah plastik UNAIR yang berkompeten sehingga pandangannya kerap dikutip media massa adalah Prof. Dr. David Sontani Perdanakusuma, dr., Sp.BP-RE(K). Selain mengajar, penulis setidaknya delapan buku ini aktif pula melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tercatat di rentang 2006 hingga 2014, sekitar 10 aktifitas pengabdian masyarakat berskala regional/nasional dilaksanakannya.

Salah satu pasien face off yang pernah ditangani oleh David (bersama tim) adalah Siti Nur Jazilah alias Lisa. Perempuan korban penyiraman air keras oleh suaminya sendiri. Selain itu, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia ini juga sering masuk dalam tim pemisahan bayi kembar siam.

Kepiawaian ayah empat anak ini memainkan pisau bedah, membuatnya banyak diganjar penghargaan. Baik dari asosiasi, pemerintah daerah, bahkan pemerintah pusat. Profesor yang pernah mengikuti training dan pelatihan di Singapura, Belgia, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada ini juga rutin menjadi pembicara di banyak seminar, kongres, maupun event ilmiah lain. Mulai level nasional, hingga level internasional.

Selain itu, Wakil Dekan I ini juga resmi didaulat sebagai penguji eksternal Program S3 (Doktor) pada Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Hasanuddin Makasar, Universitas Padjadjaran Bandung, serta Universitas Gajah Mada Jogjakarta pada periode 2012-2015. Dia juga tak henti menelurkan paten maupun Hak Cipta.

Kekayaan intelektual yang dimaksud antara lain Penggunaan Hidrokuinon untuk Mencegah dan Mengobati Keloid, Hak Cipta Manekin Luka, Hak Cipta Poster Luka, Hak Cipta CD Interaktif Kegawatdaruratan Pernafasan (Modul 1), dan Hak Cipta CD Interaktif Kegawatdaruratan Sirkulasi (Modul 2). Termasuk, Hak Cipta CD Interaktif Kegawatdaruratan Luka Bakar dan Hak Cipta CD Interaktif Kegawatdaruratan Pediatri.

David mengatakan, aplikasi ilmu bedah plastik berawal dari upaya rekonstruksi struktur di bagian tubuh manusia. Misalnya, bagi mereka yang mendapat kecelakaan atau kondisi yang perlu dibenahi sejak lahir. Sebagai contoh, mereka yang lahir sumbing atau tanpa telinga.

Bedah plastik tidak mengubah kodrat dari Tuhan. Bidang ilmu ini hanya membuat struktur yang berbeda dari sebelumnya, sesuai permintaan yang bersangkutan. Dengan harapan, mendapatkan kondisi yang lebih bagus. Selayaknya penghias. Saya sering menganalogikan ini dengan seniman yang ingin membuat sesuatu menjadi lebih indah, kata dia.

Dalam perjalanannya, bedah plastik juga menyentuh bidang estetik. Ini berkaitan dengan orang yang secara subyektif ingin memperbaiki wajah atau bagian tubuhnya yang dirasa perlu dibenahi. Dengan catatan, dia berhasrat melakukannya tanpa paksaan dan dengan alasan yang logis. Ahli bedah plastik wajib untuk taat pada rambu-rambu etik dan agama. Sehingga, tidak semua calon pasien bisa dilayani secara langsung.

Sementara itu, prospek ilmu bedah plastik di tanah air sangat terang. Ini menjadi tantangan tersendiri. Mereka yang menguasai teknologi akan memenangkan persaingan tersebut. Oleh karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan akan ahli bedah plastik pun ikut naik. Baik mereka yang ingin mengubah struktur bagian tubuhnya karena aspek estetik, terlebih bagi mereka yang dipaksa keadaan untuk merekonstruksinya, karena suatu kecelakaan atau kondisi yang tidak disengaja. Maka itu, sudah menjadi tugas institusi pendidikan di Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran, untuk mencetak pakar-pakar muda di bidang ini. (*)

Penulis: Rio F. Rachman
Editor: Defrina Sukma Satiti

AKSES CEPAT