Pasien lanjut usia cenderung memiliki risiko tinggi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan obat, yang diakibatkan oleh farmakokinetik dan farmakodinamik. Pada studi sebelumnya mengungkapkan bahwa 49% pasien lanjut usia mengalami permasalahan yang berkaitan dengan obat, dengan permasalahan yang paling sering terjadi adalah indikasi yang tidak diobati (24,1%), dosis terlalu tinggi (19,1%), pemberian obat yang tidak tepat (12,9%), dam interaksi obat (9,5%). 1 dari 10 pasien lanjut usia yang mengalami reaksi obat yang merugikan menjadi penyebab mereka dirawat inap ke rumah sakit atau mengalami reaksi obat selama dirawat di rumah sakit.
Kesalahan pengobatan adalah setiap kejadian yang dapat dicegah yang dapat menyebabkan atau mengakibatkan penggunaan obat yang tidak tepat atau membahayakan pasien. Pasien lanjut usia cenderung mengonsumsi banyak obat yang dapat memperburuk permasalahan terkait pengobatan dan rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi klasifikasi permasalahan terkait pengobatan (drug-related problems) pada pasien lanjut usia yang sedang rawat inap di rumah sakit berdasarkan Pharmaceutical Care Network Europe Version 9 (PCNE Ver. 9).
Penelitian dilakukan di bulan Januari 2019 sampai dengan Desember 2021 di Rumah Sakit Umum Daerah di Provinsi Kalimantan Timur. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari catatan rekam medis pasien yang berusia 60 sampai dengan 79 tahun yang dirawat di rumah sakit. Penelitian dengan dikategorikan dengan lima domain, yakni masalah, penyebab, intervensi, penerimaan intervensi, dan hasil luaran. Pada penelitian ini hanya masalah dan penyebab yang diteliti.
Dari 614 pasien lanjut usia yang diikutsertakan dalam penelitian ini, sebagian besar menjalani pengobatan selama lebih dari tiga tahun (64%), menjalani terapi obat lima hingga sepuluh kali (73%), sebagian pasien (19,2%) tinggal di rumah sakit kurang dari lima hari, sebesar 40,9% pasien mengalami perbaikan pasca rawat inap, dan sebagian pasien (41,2%) mengalami rawat inap ulang dalam satu tahun. Sebanyak 495 drug-related problems ditemukan pada 614 pasien dan permasalahan dalam pengobatan yang paling sering terjadi mengenai keamanan pengobatan(53,4%) dan efektivitas pengobatan (27,1%).
Banyaknya kasus permasalahan dalam pengobatan pasien lanjut usia disebabkan oleh interaksi obat yang terjadi dalam pengobatan pasien, sehingga memperburuk kondisi pasien dan berdampak pada peningkatan toksisitas. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menimbulkan risiko tinggi bagi pasien. Keterlibatan apoteker dalam pelayanan kefarmasian tentu memiliki peranan penting dalam memberikan edukasi dan pengaruh positif untuk menurunkan terjadinya kesalahan pengobatan pada pasien lanjut usia.
Artikel selengkapnya:
Ayu, W. D., Zairina, E., & Athiyah, U. (2024). Evaluation of drug related problems among hospitalised elderly patients at a secondary hospital in East Borneo. Pharmacy Education, 24(3), p. 240“243. https://doi.org/10.46542/pe.2024.243.240243
Penulis : Welinda Dyah Ayu, Elida Zairina, Umi Athiyah





