51动漫

51动漫 Official Website

Profil Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Clinacanthus Nutans dari Indonesia

Foto by Pertanianku

Pembentukan radikal bebas selain berasal dari sumber luar seperti polusi udara, radiasi, rokok, alkohol, dan logam berat, juga dihasilkan oleh tubuh sendiri melalui proses pernafasan dan metabolisme sel. Ketidakseimbangan pembentukan radikal bebas dan mekanisme pertahanan antioksidan dalam tubuh menyebabkan stress oksidatif. Kondisi ini dapat merusak sel dan dikaitkan dengan perkembangan berbagai penyakit seperti diabetes, keganasan, penyakit kardiovaskular, dan neurodegeneratif. Oleh karena itu, pemberian suplemen antioksidan dibutuhkan untuk mencegah dan memperbaiki efek buruk dari stres oksidatif. Saat ini, antioksidan alami dari tanaman herbal banyak dikembangkan sebagai alternatif yang lebih aman daripada antioksidan sintetik.

Salah satu tanaman herbal yang berpotensi dikembangkan sebagai antioksidan alami adalah Clinacanthus nutans. Tanaman herbal asli Asia Tenggara ini dikenal dengan nama 渄andang gendis di Indonesia, 渂elalai gajah di Malaysia, dan 減ayayor di Thailand. Secara tradisional, tanaman ini digunakan untuk mengobati infeksi kulit, gigitan hewan berbisa, kanker, dan diabetes melitus. Akan tetapi, eksplorasi tanaman ini di Indonesia masih terbatas sehingga dilakukan penelitian in-vitro untuk mengungkap profil fitokimia, metabolit, dan aktivitas antioksidan ekstrak daun C. nutans.

Daun C. nutans dalam bentuk serbuk kering dilakukan ekstraksi dengan metode sonikasi menggunakan pelarut etanol 70% dan air. Rendemen yang diperoleh sebesar 13,74% untuk ekstrak etanol 70% dan 13,40% untuk ekstrak air. Skrining fitokimia kualitatif menunjukkan adanya kandungan fenol, flavonoid, tanin dan saponin. Kadar fenolik total diukur dengan metode Folin-Ciocalteu dan kadar flavonoid total dengan metode AlCl3. Bagaimanapun hasil menunjukkan kadar yang berbeda dibandingkan penelitian sebelumnya, kemungkinan dipengaruhi oleh variasi geografis dimana tanaman tumbuh dan metode ekstraksi yang digunakan.

Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode pemulungan radikal bebas DPPH, dimana kedua ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan IC50 kurang dari 50 碌g/ml. Hasil ini merupakan aktivitas antioksidan yang paling tinggi dibandingkan penelitian sebelumnya dengan metode serupa, tapi masih dibutuhkan konfirmasi dengan metode uji antioksidan lain. Selanjutnya, profil senyawa metabolit diuji dengan LC-MS/MS. Hasil analisis kromatogram dengan Masslynx 4 ditemukan 5 senyawa fenol dan 3 senyawa flavonoid. Fitokonstituen inilah yang bertanggungjawab terhadap aktivitas antioksidan tanaman, dimana atom hidroksil pada strukturnya mampu memulung radikal bebas dengan kuat, meningkatkan antioksidan endogen dan memicu aktivitas enzimatik yang seimbang. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa C. nutans dapat dikembangkangkan sebagai tanaman obat yang kaya antioksidan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali manfaatnya dalam mencegah dan mengobati penyakit yang berhubungan dengan stres oksidatif.

Penulis: Nurlaili Susanti, Arifa Mustika, Djunaidi Khotib, Roihatul Muti檃h, Maftuchah Rochmanti

Judul dan link artikel jurnal scopus yang dituliskan menjadi opini:

Phytochemical, Metabolite Compound, and Antioxidant Activity of Clinacanthus nutans

Leaf Extract from Indonesia

AKSES CEPAT