51动漫

51动漫 Official Website

Profil Lesi Varians Normal Rongga Mulut pada Lansia Tanpa Penyakit Degeneratif

Foto by KlikDokter

Populasi lansia di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan usia harapan hidup. Jumlah lansia yang terus bertambah ini diikuti dengan munculnya permasalahan terkait aspek-aspek kehidupan lansia, terutama kesehatan. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan baik morfologi maupun fisiologi yang melibatkan sistem-sistem organ termasuk rongga mulut. Perubahan ini mempengaruhi aktivitas sehari-hari terutama dalam hal fungsi bicara, pengunyahan, dan menelan.

Penuaan pada lansia menyebabkan perubahan mukosa dan kelenjar yang ada dalam rongga mulut. Perubahan pada mukosa ini meliputi hilangnya elastisitas, penurunan vaskularisasi, dan peningkatan permeabilitas mukosa sehingga lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi. Selain itu, atrofi kelenjar saliva akibat penuaan berpengaruh pada penurunan laju aliran saliva yang lebih lanjut menyebabkan mukosa menjadi kering. Proses penuaan pada lansia menjadi faktor predisposisi munculnya lesi varians normal di rongga mulut.

Pada kelompok rentan seperti lansia, banyak ditemukan varians normal rongga mulut dan perlu menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan kondisi sistemik dan psikologis. Pada studi ini, lansia tanpa penyakit degeneratif mendapatkan screening rongga mulut untuk identifikasi adanya lesi varians normal. Dari 58 orang lansia yang berpartisipasi dalam studi ini, mayoritas berjenis kelamin perempuan (n=55; 94,83%) dan umumnya berada pada rentang usia 60 74 tahun (n=53; 91,38%). Setelah proses screening, ditemukan tujuh varians normal pada rongga mulut lansia dengan tiga lesi terbanyak yaitu fissured tongue (n=54; 93,10%), coated tongue (n=34; 58,62%), dan crenated tongue (n=16; 27,59%).

Fissured tongue merupakan lesi varians normal yang juga banyak ditemukan pada populasi umum dengan etiologi yang belum teridentifikasi dengan jelas. Banyak literatur menyebutkan bahwa fissured tongue berkaitan dengan faktor kongenital, namun faktor-faktor lain seperti penuaan, hiposalivasi, diabetes melitus, infeksi jamur, dan kekurangan vitamin B juga dapat berpengaruh pada kejadian fissured tongue. Kondisi ini tidak menyebabkan keluhan, akan tetapi rasa sakit dapat muncul akibat adanya sisa makanan pada celah lidah yang menyebabkan infeksi dan keradangan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran menjaga oral hygiene terutama pada lansia dengan fissured tongue.

Varians normal terbanyak kedua pada lansia tanpa penyakir degeneratif adalah coated tongue, suatu kondisi yang terjadi akibat penumpukan debris pada permukaan dorsal lidah. Pada lansia terjadi penurunan kemampuan motorik, sehingga kemampuan dalam membersihkan lidah dan rongga mulut menjadi terbatas. Akumulasi debris pada permukaan lidah dapat memicu terjadinya bau mulut, rasa tidak nyaman, hingga infeksi bakteri dan jamur. Tingginya prevalensi coated tongue pada lansia juga menunjukkan bahwa kebersihan rongga mulut pada lansia masih kurang dan perlu mendapatkan intervensi.

Crenated tongue, lesi varians normal rongga mulut terbanyak ketiga pada lansia tanpa penyakit degeneratif, disebabkan oleh tekanan pada lidah akibat kebiasaan mendorong lidah ke permukaan gigi, bruxism, makroglossia, dan tongue thrusting. Terbentuk cetakan gigi pada tepi lidah sehingga permukaan lidah menjadi berbentuk cekungan-cekungan. Kondisi ini tidak bersifat patologis dan cenderung tidak memerlukan intervensi klinis.

Penting untuk membedakan kondisi patologis dengan temuan klinis varians normal pada rongga mulut lansia agar perawatan yang berlebihan tidak perlu dilakukan. Screening  lesi varians normal dapat dilakukan sebagai deteksi dini perubahan status kesehatan pada lansia akibat proses penuaan. Edukasi kesehatan rongga mulut dan pelayanan gilut yang optimal dapat dilakukan sebagai upaya awal peningkatan status oral hygiene lansia agar kualitas hidup yang baik bisa tercapai.

Penulis: Adiastuti Endah Parmadiati, drg., M.Kes., Sp.PM(K). Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami dengan judul Prevalence of Oral Normal Variance in Healthy Elderly Patients: A Descriptive Study on Oral Pseudo-Lesions pada jurnal International Archive of Otorhinolaryngology Volume 26, Number 4, pp. 671-675, 2022 melalui link berikut:

AKSES CEPAT