51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Profil Pasien Melasma di Divisi Kosmetik Medik Unit Rawat Jalan (URJ) Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Foto bya Hello Sehat

Melasma adalah kelainan pigmentasi yang banyak dialami oleh banyak orang di dunia. Melasma ditandai dengan timbulnya bercak kecoklatan atau kehitaman di kulit, terutama area wajah bagian dahi, hidung, pipi, bibir bagian atas, dan dagu. Melasma merupakan masalah kosmetik yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien, menyebabkan stres baik secara emosional, psikologis, maupun sosial. Melasma lebih sering terjadi pada wanita dan individu dengan jenis kulit yang lebih gelap. Penyebab dari melasma belum diketahui secara pasti, namun faktor yang dianggap mempengaruhi seperti radiasi ultraviolet, faktor genetik, faktor hormonal, kelainan tiroid, obat-obatan, penggunaan kosmetik, dan stres, namun penyebab utama adalah paparan sinar matahari. Kejadian terjadinya melasma diperkirakan 0,25-4% dari seluruh penyakit kulit di Indonesia, namun data epidemiologi melasma di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian dari beberapa Universitas di Indonesia membantu memberikan gambaran mengenai jumlah kasus melasma di Indonesia.

Penelitian retrospektif mengenai melasma sudah pernah dilakukan oleh Asditya dan kawan-kawan di Divisi Kosmetik Medik Unit Rawat Jalan (URJ) Kulit dan Kelamin di RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2012-2014. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat 896 pasien melasma dari 17.525 pasien di URJ Kulit dan kelamin, dengan 98,6% diantaranya adalah wanita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional   deskriptif   dengan   pendekatan retrospektif pada pasien melasma di Divisi Kosmetik Medik URJ Kulit dan Kelamin di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2015-2018 yang melanjutkan penelitian sebelumnya, bertujuan untuk memberikan gambaran pasien melasma (usia, jenis kelamin, pekerjaan, durasi melasma, follow up dan kunjungan ulang), karakteristik dari lesi melasma, faktor risiko, dan terapi yang

diberikan pada pasien melasma dengan menggunakan data sekunder berupa data rekam medis.

Hasil penelitian ini didapatkan sejumlah 739 pasien baru melasma selama periode 4 tahun, yaitu periode Januari 2015-Desember 2018, dengan proporsi perempuan lebih banyak yaitu 734 pasien (99,3%) dibandingkan laki-laki yaitu 5 pasien (0,7%). Usia pasien yang berobat paling banyak pada usia 46-55 tahun sebanyak 320 pasien (43,3%), dengan awal mula terjadinya melasma terbanyak pada usia 37-45 tahun sebanyak 308 pasien (41,7%). 561 pasien (75,9%) mengalami durasi melasma ≥ 1 tahun. Pekerjaan pasien melasma paling banyak dijumpai pada ibu

rumah tangga 366 pasien (49,5%). Faktor risiko yang paling sering menyebabkan melasma adalah sinar matahari pada 258 pasien (34,9%). Melasma yang paling sering dijumpai dengan lokasi malar (hidung dan pipi) pada 482 pasien (65,2%), warna coklat muda pada 397 pasien (53,7%), dan ukuran lesi 0,1-2 cm pada 335 pasien (45,3%). Dengan pemeriksaan lampu Wood didapatkan melasma paling banyak adalah tipe campuran (epidermis dan dermis) pada 617 pasien (83,4%). Terapi yang paling banyak diberikan adalah tabir surya pada 735 pasien 99,5%) dan tretinoin 0,05% pada 235 pasien (31,8%). Kebanyakan pasien tidak melakukan kunjungan ulang yaitu sebanyak 448 pasien (60,6%).

Hasil penelitian ini dapat didapatkan bahwa melasma merupakan penyakit yang paling banyak ditemui pada perempuan usia subur dengan awal terjadinya melasma terbanyak pada usia 37-45 tahun, dengan sinar matahari sebagai faktor risiko pencetus terbanyak. Terapi yang paling banyak diberikan adalah tabir surya dan tretinoin 0,05%. Selama 4 tahun terdapat kunjungan ulang pasien yang rendah yang kemungkinan diakibatkan oleh penyakit yang bersifat kronik dan kambuh-kambuhan.

Penulis: Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa dr., Sp.KK(K), FINS-DV, FAADV Informasi lebih lengkap dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Profile of melasma patients in dermatology and venerology outpatient clinic Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia

Aprilin Krista Devi, Budi Utomo,Diah Mira Indramaya, M. Yulianto Listiawan, Sawitri, Dwi Murtiastutik , Cita Rosita Sigit Prakoeswa

AKSES CEPAT