Sinusitis kronis adalah kondisi yang sering kali mengganggu kualitas hidup banyak orang. Di balik hidung tersumbat dan sakit kepala yang tak kunjung reda, ada peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung lebih dari 12 minggu. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo, Surabaya, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana bedah endoskopi sinus (FESS) dapat menjadi solusi efektif bagi penderita sinusitis kronis.
Apa Itu Sinusitis Kronis?
Sinusitis kronis adalah peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung lama, sering kali lebih dari 12 minggu. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 7-30% populasi dunia. Gejala umum meliputi hidung tersumbat, nyeri wajah, dan gangguan penciuman. Diagnosis biasanya dilakukan melalui CT scan dan endoskopi hidung, yang dinilai menggunakan sistem skor Lund-Mackay dan Lund-Kennedy.
Studi di RSUD Dr. Soetomo
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran 51动漫 dan RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Mereka meneliti profil pasien sinusitis kronis yang menjalani FESS dari Januari 2018 hingga Desember 2020. Dari 154 pasien yang menjalani FESS, 46 pasien memenuhi kriteria inklusi untuk studi ini.
Temuan Utama
- Karakteristik Pasien: Dari 46 pasien, rasio gender adalah 1:1 dengan 23 pria dan 23 wanita. Kelompok usia terbesar adalah dewasa (18-59 tahun) dengan 43 pasien (93,48%). Keluhan utama yang paling umum adalah hidung tersumbat (58,71%).
- Faktor Risiko: Faktor risiko paling umum adalah refluks asam lambung (32,61%), diikuti oleh rinitis alergi (28,26%) dan asma (13,04%).
- Prosedur Bedah: FESS konservatif dilakukan pada 41,30% pasien, sementara FESS radikal dilakukan pada 58,70% pasien. Hasil histopatologi menunjukkan polip inflamasi pada 80,95% pasien.
Mengapa FESS?
FESS adalah prosedur bedah minimal invasif yang bertujuan untuk mengembalikan aliran mukosiliar dengan menghilangkan jaringan yang menghalangi kompleks ostiomeatal. Prosedur ini dianggap efektif untuk mengatasi sinusitis kronis yang tidak merespon terapi medis. Dalam studi ini, FESS terbukti efektif dalam mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kesimpulan
Studi ini menunjukkan bahwa FESS adalah pilihan yang efektif untuk mengatasi sinusitis kronis, terutama bagi mereka yang tidak merespon terapi medis. Dengan rasio gender yang seimbang dan mayoritas pasien berada dalam kelompok usia dewasa, penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang profil pasien sinusitis kronis di Surabaya. Faktor risiko utama seperti refluks asam lambung juga perlu diperhatikan dalam penanganan sinusitis kronis.
Pentingnya Diagnosis dan Penanganan Tepat
Diagnosis yang tepat melalui CT scan dan endoskopi hidung sangat penting dalam menentukan jenis FESS yang akan dilakukan. Hasil histopatologi yang menunjukkan dominasi polip inflamasi juga memberikan petunjuk penting dalam penanganan lebih lanjut.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang sinusitis kronis dan penanganannya melalui FESS, diharapkan lebih banyak pasien dapat merasakan perbaikan kualitas hidup yang signifikan. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala sinusitis kronis, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Penulis; Budi Sutikno, dr., Sp.THT-KL.





