UNAIR NEWS Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara 51动漫 atau akrab disebut PSUA berhasil menghelat pergelaran Konser Tahunan mereka. Dalam Annual Concert 2018 tersebut, jelas ketua pelaksanan Ajeng Della Sari, Passepartout terpilih menjadi tema. Ajeng yang merupakan anggota aktif PSUA di divisi keanggotaan menjelaskan, acara itu ditunjukan sebagai wadah berlatih dan tampil ketangkasan olah suara anggota PSUA kepada khalayak umum.
淜onser ini sebagai wadah penyaluran dan pengembangan teman-teman di bidang paduan suara. Harapannya, dengan diadakannya konser ini, orang-orang di luar sana ingat lagi dengan kejayaan PSUA di berbagai kompetisi yang telah diikuti, ungkap Adel.
Gedung Kesenian Cak Durasim menjadi saksi penampilan apik PSUA pada Sabtu malam (17/3). Bertepatan dengan malam minggu, hampir 400-an penonton hadir untuk menyaksikan sekaligus mendengarkan alunan syahdu anggota PSUA.
Banyak lagu dari penampilan solo tim konser PSUA. Sementara itu, penampilan dalam konser tersebut dibagi menjadi dua babak. Oleh Yosafah Rannu Leppong sebagai konduktor dan Bernadeth Vindi Januarica sebagai pianis berbagai lagu diperdengarkan.
漇ebab, konser ini bertema Passepartout yang artinya around the world. Karena itu, komposisi lagu kemarin berasal dari lima benua di dunia. Pada babak pertama, ada Entarisi Ala Benziyor lagu dari Turki, Les Djinns dari Prancis, dan Flight Song yang dipopulerkan komposer Norwegia, jelas Adel.
Pada babak akhir, konser yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut menyajikan lagu dari Afrika, Australia, Amerika, hingga Meksiko. Namun, Hal itu tak membuat PSUA lupa untuk menyelipkan lagu tradisional Banjar sebelum konser usai.
Sempat terjadi kecemasan oleh singers sejak gladi H-1. Kecemasan tersebut hilang ketika melihat antusias penonton yang memenuhi gedung sejak 16.30 WIB. Meski, cuaca di sana sejak sore gerimis.
淜ami saling menguatkan dan percaya satu sama lain untuk menghilangkan kecemasan. Syukurlah pada akhirnya, meski gerimis, itu tidak menghalangi kesuksesan acara ini berjalan sesuai dengan rencana, tutur Adel.
Ketika ditanya setelah acara, para peyaji konser berharap nama PSUA semakin melekat di masyarakat. Terutama pencinta musik. Termasuk, masyarakat kian antusias terhadap kegiatan PSUA.
滽einginan kami, konser ini membuat masyarakat semakin penasaran dengan acara-acara di PSUA. Salah satunya, yang terdekat adalah Lomba Paduan Suara 51动漫 2018 (LPS-UA 2018) dengan cakupan nasional, kata Adel. (*)
Penulis: Hilmi Putra Pradana
Editor: Feri Fenoria





