UNAIR NEWS UNAIR kembali mengukuhkan mahasiswa terbaik dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres). Kegiatan berlangsung pada Minggu (29/03/2026) di Ruang Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C. Diikuti oleh mahasiswa berprestasi dari berbagai fakultas, kegiatan tersebut berisikan presentasi mengenai Gagasan Kreatif (GK) atau Produk Inovatif (PI) serta pertanyaan kritis mengenai Astacita Pemerintah Indonesia.
Pengarahan Direktorat Kemahasiswaan
Direktor Kemahasiswaan UNAIR Dr Eko Supeno Drs, MSi menyampaikan pesan bagi para finalis mengenai gelar juara. Ia menekankan bahwa prestasi akademikyang didapatkan dari kompetisi ini harus diikuti oleh kualitas diri yang baik. 淢enjadi juara itu memang baik, tapi menjadi orang baik itu jauh lebih baik, ujar Dr Eko Supeno. Selanjutnya, Ia memberi gambaran juara tanpa kebaikan seperti jejak kaki di tepi pantai yang hilang tersapu ombak. Namun, prestasi dan kebaikan seperti paku yang tertancap pada papan. Meskipun tercabut, tetap akan meninggalkan bekas dan terkenang.

Lebih lanjut, Dr Eko Supeno mengingatkan kepada para finalis bahwa masa kuliah adalah investasi. Menurutnya, aktivitas organisasi maupun perlombaan yang diikuti adalah bentuk penanaman modal untuk kesuksesan di masa yang akan datang. Tidak lupa, Ia menekankan mengenai pentingnya personal branding dan networking. Menurutnya, potensi mahasiswa sangat berguna apabila bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Pemenang Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Jalur Sarjana
Setelah sambutan, kegiatan berlanjut dengan presentasi gagasan kreatif dan produk inovatif milik finalis. Kemudian, berlanjut dengan tanya jawab mengenai Astacita Pemerintah Indonesia. Pada sesi inilah Felice Kanaya Chandra, finalis dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) angkatan 2023 berhasil menyabet juara 1 jalur sarjana dengan gagasan kreatif bertajuk STRADENT.
STRADENT merupakan solusi untuk perubahan kesehatan gigi di masyarakat melalui tindakan preventif. Inovasi tersebut adalah bentuk jalan keluar atas pola kehidupan masyarakat yang cenderung membutuhkan tenaga medis ketika rasa sakit sudah muncul. Dengan bantuan STRADENT, diharapkan mampu membantu klasifikasi pasien berdasarkan tingkat resiko sehingga tindakan bisa lebih dekat dengan pasien dan terarah.

淛adi, mentransformasi sistem kesehatan gigi dari yang awalnya itu kan biasanya kayak kalau misalnya kita sakit, kita baru ke dokter gigi. Tapi ini nanti membuat sebuah Sistem preventif di mana kita mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat risiko, sehingga intervensi lebih terarah dan personal, ujar Felice.
Keberhasilan Felice adalah hasil dari perjuangan eksplorasi sejak menjadi mahasiswa baru. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan seleksi sejak awal. Menurutnya, eksplorasi sejak semester awal mampu membantu dalam menentukan minat lomba di semester berikutnya. 淎ku pas itu emang kayak pengen mencoba semua lomba karena masih awal kan jadi kayak aku mau ngeliat yang bener-bener aku minati, tegas Felice.
Sebagai penutup, Felice menegaskan bahwa gelar Mahasiswa Berprestasi tidak hanya sekadar medali kompetisi tetapi kontribusi seimbang dari berbagai aspek. Ia berpesan bahwa tidak merasa minder ketika tidak memiliki banyak prestasi karena mengikuti organisasi dan pengabdian di tingkat internasional akan menambah prestasi.
Penulis: Yongki Eka Cahya
Penyunting: Ragil Kukuh Imanto





