UNAIR NEWS – melangsungkan Pembinaan Penghuni Asrama Mahasiswa. Kegiatan itu mengusung tema Pembinaan Karakter UNAIR HEBAT dengan diikuti 150 penghuni baru asrama mahasiswa. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, yakni Sabtu (2/12/2023) hingga Minggu (3/12/2023).
Pada hari pertama, Sabtu (2/12/2023), Pusat Asrama Mahasiswa menghadirkan sejumlah pembicara untuk memberikan pembinaan karakter HEBAT kepada penghuni baru asrama mahasiswa. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C.
Heterogenitas dan Berwawasan Global
Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum menyampaikan bahwa asrama mahasiswa adalah tempat hidup bersama yang penghuninya sangat heterogen. Namun, heterogenitas yang terjadi di asrama mahasiswa menjadikan asrama sebagai miniatur Indonesia yang menggambarkan keragaman dan perbedaan tetapi satu juga.
淧enghuni yang beragam menjadi modal bagi kita semua untuk membangun karakter sesuai dengan heterogenitas di asrama, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dengan hidup berdampingan bersama teman dari berbagai daerah, maka karakter berwawasan global harus terbentuk oleh setiap penghuni asrama. Di samping itu, sebagai mahasiswa Pancasila, kita dituntut untuk mempertahankan budaya luhur, lokalitas, dan identitas.
淲alaupun demikian, kita harus tetap berpikiran terbuka ketika berinteraksi dengan budaya lain, tegasnya.
Mengelola Diri
Berpikir kritis dapat membuat seseorang menjadi bersemangat, disiplin, dan merasa memiliki energi yang melimpah untuk beraktivitas. Akan tetapi, berpikir kritis juga dapat menjadikan seseorang mengalami kelelahan psikologis. Dengan demikian, Dr Achmad Chusairi MA menekankan kepada para peserta bahwa penting untuk mengelola diri.
淪alah satu caranya adalah dengan olah fisik seperti olahraga, bela diri, sholat, dzikir, dan lain-lain, ungkapnya.

Ia menerangkan bahwa teknik mengelola aspek psikologis perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mengelola aspek psikis kita. Beberapa kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan menerima diri, memiliki konsep positif, regulasi emosi, bersyukur, menjalin relasi positif, dan meminta bantuan.
Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus
Prof Dra Myrtati Dyah Artaria MA PhD menerangkan bahwa kehadirannya pada kegiatan itu menyinggung pergaulan remaja yang berakibat ke kekerasan seksual di ranah kampus. Melalui kesempatannya, ia juga menyelipkan kisah nyata dengan tujuan para peserta tidak berpeluang baik menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual.
淜ekerasan Berbasis Gender (KBG) pada mahasiswa terdapat beberapa bentuk. Di antaranya adalah kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kekerasan psikis, paparnya.

Mengingat sejak pandemi penggunaan media sosial semakin meningkat, maka kemungkinan kejahatan di media sosial juga turut meningkat. Oleh karena itu, Ia memberikan beberapa peringatan kepada para peserta baik laki-laki maupun perempuan.
淧ertama, jangan mudah percaya pada teman dari dunia maya. Kedua, berhati-hati dalam berbagi apapun ke internet yang sifatnya personal, tuturnya.
Hal itu, sambungnya, data pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah, dan sebagainya. Ketiga, mengetahui bahayanya menemui seseorang dari dunia maya.
“Terakhir, jangan mengunggah hal-hal terkait privasi orang lain,” pungkasnya.
Penulis: Fath Tazkya Ernest Jamila
Editor: Nuri Hermawan





