UNAIR NEWS , 51动漫(PUSPAS UNAIR) menggelar seminar OCBC NISP Sharia Goes To Campus pada Jumat (20/10/2023). Seminar itu berlangsung di Auditorium Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama C, Kampus MERR-C.
Acara tersebut mengusung tema 淧emanfaatan Digital Marketing Ala Mahasiswa dan mengundang beberapa pembicara. Salah satunya adalah Badai S Djatmiko selaku Head Development Sharia Product & Business OCBC NISP.
Pada kesempatan itu, Badai membagikan tips mengelola uang agar terhindar dari pinjaman online. Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebaiknya menghindari hal itu, karena akan merugikan pada masa depan.
淪aat ini, biaya pengeluaran mahasiswa untuk gaya hidupnya seringkali tak sebanding dengan biaya hidup. Banyak dari mereka rela pinjol demi memenuhi gaya hidup. Dampak dari pinjol bahkan sampai berujung kematian, ujarnya.
Maraknya Pinjaman Online
Badai menyebutkan bahwa belanja online berkembang pesat dari zaman ke zaman. Kemudahan, lanjutnya, yang tersedia dalam jual beli online ini sering membuat mahasiswa tergiur untuk melakukannya. Namun, tak jarang mereka sampai rela pinjol untuk membeli barang online.
Indonesia, jelasnya, menjadi peringkat pertama dalam penggunaan paylater dengan total 7,95 triliun per tahun. Ironisnya, 88,8 persen dari total pengguna tersebut, sambungnya, memakai ini untuk belanja online.
淒ari 6.403 responden yang melakukan survei, semuanya menggunakan layanan tersebut lebih dari 1 kali dalam 1 bulan. Maka gaya hidup konsumtif sebetulnya akan menjebak kita dalam pusara paylater atau pinjol, ungkapnya.
Mayoritas pemakai pinjol, jelasnya, beralasan untuk membayar hutang. Terutama mahasiswa yang memiliki perilaku konsumtif.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa menggunakan paylater atau pinjol ini akan membuat seseorang kecanduan. Seringkali, mereka yang tidak sanggup melunasi hutang sampai memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
淏agi mahasiswa atau siapapun yang terjerat pinjol, saran saya hal pertama adalah fokus untuk melunasi hutang dengan cara menekan pengeluaran, menambah pendapatan sampingan, atau mencari jalan keluar lain dengan keluarga, ucapnya.
Tips Mengelola Keuangan
Selanjutnya, ia juga menjelaskan perihal tips mengelola keuangan secara sederhana. Menurutnya, untuk mengelola keuangan yang baik membutuhkan pola alokasi keuangan yang benar. Salah satunya adalah pola 4321.
淧ola alokasi keuangan yang sederhana salah satunya adalah 4321, artinya 40 persen kita sisihkan untuk keperluan sehari-hari, 30 persen untuk menabung jangka panjang, 20 persen untuk gaya hidup, dan 10 persen untuk berbagi kepada sesama, tandasnya.
Pola alokasi keuangan ini, sambungnya, tidak dapat berhasil jika kita tidak memiliki komitmen yang kuat. Lebih dari itu, tandasnya, perlu kemampuan untuk memilih antara keinginan atau kebutuhan.
淛angan sampai kita terlena akan keinginan yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Maka dari itu atur uangmu sebelum uang mengatur hidupmu, pungkasnya.
Penulis: Christopher Hendrawan
Editor: Nuri Hermawan





