UNAIR NEWS – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs), SDGs Center 51动漫 (UNAIR) kembali menyelenggarakan kegiatan Find SDGs Ambassador 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari AMORA: Airlangga Movement for SDGs Awareness yang ditujukan bagi mahasiswa UNAIR. Grand Final pemilihan SDGs Ambassador ini berlangsung pada Jumat (11/7/2025) di Ruang Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus MERR-C.听
Sebanyak sepuluh finalis dari berbagai latar belakang program studi menampilkan gagasan dan aksi nyata mereka terhadap implementasi SDGs. Salah satu yang berhasil meraih gelar Winner SDGs Ambassador 2025 adalah Muhammad Haikal Putra Surya. Ia adalah mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, .听
Kunci Inovasi
Dalam ajang tersebut, Haikal menonjolkan inovasinya yang bertajuk Optimalisasi Navigasi Manuver Program Kerja KKN-BBK di Desa Kembang Belor, Pacet. Inovasi ini menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci utama keberhasilan program pembangunan berkelanjutan.
淒alam SDGs, ada satu hal yang sangat penting, yaitu kolaborasi. Bukan hanya antar mahasiswa, tetapi juga dengan masyarakat dan pemerintah desa. UNAIR sendiri sudah menyediakan wadah yang mendukung, yaitu KKN-BBK, ujar Haikal.
Melalui program tersebut, Haikal bersama anggota tim menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Spesifiknya ia mengarahkan jalannya KKN agar lebih efektif dan terarah. Ia percaya bahwa pendekatan lintas sektor ini memungkinkan mahasiswa tidak hanya belajar dalam lingkungan homogen, tetapi juga berinteraksi langsung dalam dinamika sosial masyarakat.
淛adi kami bukan hanya belajar secara homogen tetapi juga belajar secara heterogen bersama komunitas yang ada, tutur Haikal.
Tantangan dan Harapan
Kendati demikian, di balik keberhasilan tersebut, Haikal juga menghadapi tantangan dalam proses implementasi inovasi. Ia mengungkapkan bahwa salah satu hambatan terbesar yaitu masyarakat desa masih cenderung tertutup terhadap gagasan baru yang mahasiswa bawa.
淒esa itu masih banyak berfikir bahwa merekalah yang paling tahu kondisi dilapangan tapi kita disini sebagai akademisi membukakan layar lebih luas terkait perkembangan dan kebutuhan yang diinovasikan oleh PBB melalui SGGs ini di tahun 2025. jelasnya.
Sebagai juara, Haikal mengaku bangga dan berharap capaian ini menjadi awal perjuangannya dalam mengadvokasikan ilmu sosial yang ia peroleh di bangku perkuliahan.
淒esa ini bukan hanya penempatan saya saja, namun secara keseluruhan itu bisa melakukan program kerja yang telah diciptakan dengan memperhatikan value-value dari SDGs dan tidak hanya berhenti saat penarikan mahasiswa KKN-BBK melainkan akan terus berkelanjutan dan terus dimodifikasi hingga desa tersebut mencapai tujuannya, tutupnya.
Penulis : Adinda Octavia Setiowati
Editor : Ragil Kukuh Imanto





