51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan Ramah Lingkungan

Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang mengikuti KKN BBK 6 menyelenggarakan program JELITA (Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan) di Desa Bajulan (Foto: Istimewa)
Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang mengikuti KKN BBK 6 menyelenggarakan program JELITA (Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan) di Desa Bajulan (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang mengikuti KKN BBK 6 menyelenggarakan
program JELITA (Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan) di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan,
Kabupaten Madiun. Program ini diadakan pada Jumat, 11 Juli 2025 dan melibatkan 30
peserta yang merupakan anggota PKK dari tiga dusun di Desa Bajulan.

Program JELITA hadir sebagai respons terhadap permasalahan limbah rumah tangga,
khususnya minyak jelantah yang kerap kali dibuang sembarangan ke lingkungan sekitar.
Minyak jelantah dapat mencemari tanah, menyumbat saluran pembuangan, serta merusak
ekosistem perairan. Tak hanya berdampak pada lingkungan, penggunaan ulang minyak
jelantah dalam proses memasak juga berisiko terhadap kesehatan karena mengandung
senyawa berbahaya pemicu penyakit serius, seperti kanker.

Bertempat di Balai Desa Bajulan, kegiatan dimulai dengan sesi penyampaian materi yang
membahas dampak negatif minyak jelantah dan pentingnya pengelolaan limbah minyak
jelantah yang tepat. Setelah sesi edukasi, kegiatan berlanjut dengan demonstrasi
pembuatan sabun cuci tangan berbahan dasar minyak jelantah. Saat sesi demonstrasi,
masing-masing dusun mengirimkan satu perwakilan untuk terlibat secara langsung dalam
praktik pembuatan sabun. Pelibatan peserta ini dirancang agar peserta mampu memahami
proses pembuatan sabun, sehingga dapat mempraktikan langsung secara mandiri di rumah.

Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang mengikuti KKN BBK 6 menyelenggarakan program JELITA (Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan) di Desa Bajulan (Foto: Istimewa)

Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Selain menambah wawasan
terkait pengelolaan limbah, program ini juga memberikan alternatif kegiatan produktif yang
dapat menunjang perekonomian rumah tangga. Produk hasil olahan minyak jelantah
tersebut diberi nama JELIA Hand Soap, yang nantinya dapat dikembangkan menjadi
UMKM. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan pemberian apresiasi kepada peserta
yang aktif terlibat dalam proses pelatihan.

Melalui program JELITA, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa
Bajulan terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta mendorong kegiatan produktif. Program ini tidak hanya menjadi upaya edukasi, tetapi juga menjadi langkah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta mendorong keberlanjutan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.

Produk JELIA Hand Soap turut meramaikan acara 淪EPASMA 2025 yang merupakan salah
satu rangkaian HUT Kabupaten Madiun yang 457 Tahun. SEPASMA 2025 ini diselenggarakan di Alun – Alun Reksogati Caruban dimana Mahasiwa KKN-BBK 6 UNAIR memamerkan dan memperkenalkan produk unggulan JELIA Hand Soap dengan berbagai varian aroma. JELIA Hand Soap dikemas semenarik mungkin agar diminati oleh masyarakat.

Penulis: Tim KKN BBK Desa Bajulan

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT