UNAIR NEWS – Delegasi 51动漫 berhasil menyabet juara I dan III dalam kompetisi yang diadakan oleh Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2018 di Universitas Gunadarma, Depok. Kompetisi yang berlangsung 18-21 April 2018 itu diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia, khususnya studi ekonomi Islam.
Delegasi UNAIR terdiri dari tiga tim. Dua tim di antaranya berhasil lolos ke tahap grand final. Tim 1 berangggotakan Abdul Kafi (Ekonomi Islam, 2016), Evi Aninatin Ni檓atul Choiriyah (Ekonomi Islam, 2016), dan Salma Fioren Salsabella (Ekonomi Islam, 2016). Sementara tim 2 beranggotakan Rizka Lailatu Millah (Ekonomi Pembangunan, 2015), Muhammad Ruliszar (Manajemen, 2016), dan Muhammad Bachrul Ulum Fanani (Akuntansi, 2015).
Ada tiga babak penyisihan dalam kompetisi. Babak pertama penyisihan dengan mengirimkan esai dan mengerjakan virtual test secara daring (dalam jaringan). Babak kedua tahap semifinal yang terdiri dari tes tulis, diskusi terbuka, dan studi kasus. Babak ketiga final.Babak terakhir,grand final yang diambil 4 dari 12 tim.
Dalam babak ketiga, panitia memberikan sebuah studi kasus sebagai kesempatan seluruh tim untuk bertukar ide dan gagasan.
Kompetisi semacam ini memang cukup diminati oleh mahasiswa UNAIR. Sebab, menjadi wadah untuk mengasah skill dari teori yang didapat di bangku perkuliahan.
淚de kami sebenarnya sederhana. Pembinaan dan pemberdayaan kaum difabel yang memiliki kebutuhan khusus. Kebanyakan orang masih mendiskriminasi kaum difabel yang sebenarnya memiliki hak yang sama seperti manusia lain. Hanya saja dengan keterbatasan yang dimiliki, membuat mereka dijauhi dan dipandang sebelah mata, ujar Evi, anggota tim yang meraih juara 1.
Persiapan lomba, lanjut Evi, dilakukan dengan belajar dan diskusi sekaligus melakukan review materi. Dalam menghadapi diskusi terbuka dan studi kasus, mereka berusaha membedahkan tema besar GSENT dan bagi tugas untuk mencari referensi data terkait. Semua anggota lantas saling bertukar pikiran dan memberikan pendapat.
Sebelum meraih juara I ini, Evi dan anggota tim lain pernah menjuarai lomba serupa. Ia pernah menjadi finalis dan juara LKTI 3rd Best Paper on Innovation Paper pada The 6th Sharia Economics Days di Universitas Indonesia. Salma pernah meraih juara 1 Olimpiade Ekonomi Islam TEMILNAS oleh FoSSEI. Sementara Abdul menjadi juara III Olimpiade Ekonomi Islam Nasional GSENT 2017.
淏ergerak memang melelahkan, tapi diam lebih memalukan. Dan jalan dakwah itu berat. Kalau ada jalan dakwah yang mudah pasti kita salah jalan. Besar harapan kami untuk terus memengaruhi dan memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar, tambah Evi yang ditujukan untuk semua pejuang Ekonomi Islam dan mahasiswa UNAIR. (*)
Penulis : Rolista Dwi Oktavia
Editor: Binti Q. Masruroh





