Kusta adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Saat ini kusta masih menjadi permasalahan di berbagai macam belahan dunia dalam beberapa waktu. Beberapa literatur menyebutkan bahwa faktor risiko kusta pada anak-anak terbagi menurut host, agent, dan environmental. Faktor sosial-ekonomi, utamanya kemiskinan juga dikaitkan menjadi faktor risiko terjadinya kusta. Faktor kemiskinan dianggap rentan menjadi transmisi kusta dikarenakan kondisi area lingkungan tempat tinggal yang terlalu padat, rendahnya standar kehidupan, dan kurangnya fasilitas kesehatan pada area tersebut.6 Personal hygiene juga dikaitkan dengan faktor risiko kusta.
Faktor narakontak didefinisikan sebagai seseorang yang tinggal dalam satu lingkungan yang sama seperti berbagi dapur bersama atau tinggal di ruang terbuka bersama dengan pasien kusta aktif. Transmisi bakteri M. leprae diduga masuk ke tubuh melalui saluran nafas atau kulit yang terluka pada faktor narakontak. Saat ini stigma masih banyak terjadi di Indonesia dimana dapat mempengaruhi factor sosial dan kualitas hidup manusia yang terkena kusta oleh karena itu pengenalan mengenai penyakit kusta sangat diperlukan tertama di daerah kantong kusta
Penulis : Annisa Ika Putri
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada :
A socio-ecological model of the management of leprosy reactions in Indonesia and India using the experiences of affected individuals, family members and healthcare providers
Annisa Ika Putri1,2*, Ruth M. H. Peters1 , Kevin De Sabbata1,6 , Brittney S. Mengistu1, Regitta I. Agusni2,3, Medhi Denisa Alinda2,3, Joydeepa Darlong4, M. Yulianto Listiawan2,3, Cita R. S. Prakoeswa2,3, Stephen L. Walker5 and Marjolein B. M. Zweekhorst1





