51动漫

51动漫 Official Website

Realisme Kritis tentang Disrupsi sebagai Kebijakan Pemulihan Ekonomi di Indonesia

Realisme Kritis tentang Disrupsi sebagai Kebijakan Pemulihan Ekonomi di Indonesia
Photo by Infobanknews

Studi ini mengamati bahwa setelah gelombang kedua Covid-19 adalah kebangkitan ekonomi, negara-negara yang pulih lebih cepat dari krisis ekonomi adalah negara-negara yang siap memenangkan persaingan pasar. Urgensi penelitian ini adalah percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia sangat penting untuk diamati dan dianalisis. Perumusan masalah penelitian ini memiliki dua hal, yaitu: 1) Bagaimana potensi pemulihan ekonomi berdasarkan perspektif realisme kritis dalam disrupsi di Indonesia? 2) Bagaimana cara mengoptimalkan strategi kebijakan pemulihan ekonomi di Indonesia? Tahapan metode penelitian untuk mencapai tujuan penelitian adalah kualitatif melalui penggunaan wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus dan observasi. Informan riset adalah pemangku kepentingan yang memiliki posisi publik sehingga kredibilitas dan argumennya dapat dikategorikan sangat baik.

Pemulihan ekonomi pasca krisis menimbulkan kebutuhan untuk dipercepat bagi semua negara di dunia. Analisis para peneliti melihat bahwa setelah gelombang kedua Covid-19 menjadi momentum kebangkitan ekonomi, negara-negara yang lebih cepat pulih dari krisis ekonomi adalah negara-negara yang siap memenangkan persaingan pasar. Suksesi untuk menghadapi krisis global ditandai dengan dimulainya praktik bisnis normal dan kebijakan laissez-faire (Barbosa-Filho & Izurieta, 2020). Studi kasus negara Tiongkok menunjukkan bahwa kerangka kognitif kepemimpinan terpusat Tiongkok adalah salah satu kunci untuk mempercepat penyelesaian keadaan darurat ekonomi (Yang et al., 2022). Sebuah kutipan menarik tentang pemimpin Tiongkok Xin Jinping mengamati bahwa “Bahaya dan peluang akan selalu hidup berdampingan satu sama lain, dan mengatasi bahaya adalah peluang”. Pemulihan krisis ekonomi Tiongkok berfokus pada substitusi impor dan promosi ekspor barang-barang tekstil.

Konsep disrupsi setidaknya membagi dua kelompok, yaitu petahana dan pendatang baru (Kasali, 2019), petahana adalah pelaku usaha konvensional yang nyaman dengan kondisi terkini sedangkan pendatang baru adalah pendatang baru dalam mekanisme pasar yang berupaya mengambil segmentasi pasar dengan mendobrak fundamental bisnis petahana. Kombinasi teori pemulihan ekonomi dan teori disrupsi akan menjadi alat analisis yang akan menjelaskan strategi kebijakan pemulihan ekonomi di Indonesia. Pemulihan ekonomi tidak bisa berumur pendek, kontribusi secara konsisten diperlukan untuk mewujudkan pemulihan ekonomi secara massal. Selain itu, implementasi kebijakan pemerintah akan mendukung percepatan pemulihan ekonomi, beberapa strategi yang dinyatakan oleh Sutrisno (2021) adalah: 1) Subsidi gaji; 2) Mendorong pengembangan inovasi wisata; 3) Relaksasi pinjaman langsung; 4) Digitalisasi dalam pengembangan UMKM; dan 5) Optimalisasi pariwisata. Selain itu, menafsirkan disrupsi dengan lebih hati-hati memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan ekonomi.

Tahapan metode penelitian untuk mencapai tujuan penelitian adalah kualitatif melalui penggunaan wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus dan observasi. Data primer penelitian diperoleh melalui wawancara dan pengamatan mendalam yang dilakukan oleh para peneliti (Alam, 2021). Selanjutnya, data sekunder diperoleh melalui studi literatur jurnal, buku, artikel, skripsi, media massa elektronik, dan dokumen negara. Teknik penentuan informan penelitian ini adalah snowball sampling berdasarkan keahlian masing-masing informan penelitian untuk dimintai informasi terkait kecukupan data yang dibutuhkan (Moser & Korstjens, 2018).

Informan riset adalah pemangku kepentingan yang memiliki posisi publik sehingga kredibilitas dan argumennya dapat dikategorikan sangat baik. Selain itu, dari informan awal, penelitian ini kemudian akan mengarah pada beberapa informan pendukung yang dapat dimintai informasi terkait kecukupan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Pendekatan penelitian ini menggunakan realisme kritis yang menggabungkan data empiris dan literatur yang digunakan dalam penelitian. Hanya pendekatan kritis yang mampu mengkaji lebih dalam terkait anomali dan fakta yang sebenarnya terjadi. Paradigma kritis memberikan ruang yang luas bagi peneliti untuk mengeksplorasi fenomena yang dianggap urgensi tinggi sehingga dapat mengimplementasikan proposal kebijakan. Proposal kebijakan selanjutnya adalah output penelitian yang terdiri dari publikasi dan laporan akhir penelitian.

Para peneliti menganalisis bahwa disrupsi tidak hanya akan berjalan lancar dalam demokrasi liberal, hal ini karena perhitungan peluang kepemilikan modal dan momentum yang tepat merupakan faktor lain yang harus diperhitungkan dalam keberhasilan disrupsi. Demokrasi liberal bukanlah faktor keberhasilan utama dalam gangguan besar pemulihan ekonomi. Petahana dalam hal ini juga bisa dikatakan sebagai pemerintah, meskipun kita bisa mengkategorikan lebih spesifik bahwa pemerintah adalah petahana yang memiliki kewenangan untuk membuat peraturan perundang-undangan. Adopsi pemulihan ekonomi melalui perubahan teknologi dapat dilakukan secara masif dan diterapkan di seluruh kawasan, potensi ini dimungkinkan mengingat kontribusi teknologi terhadap perekonomian sangat tinggi dan tidak mementingkan baik dari kubu petahana maupun pendatang baru.

Artikel ini menyarankan penerapan kebijakan substitusi impor yang lebih masif untuk memperkuat daya saing produk lokal, selain itu bentuk kerja sama luar negeri Indonesia harus memprioritaskan peningkatan daya saing. Alih-alih menjadikan Indonesia sebagai ekspansi pasar luar negeri. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam hal ini diperlukan, memungkinkan kesinambungan kebijakan meskipun terkesan sentralistik, tetapi dalam kasus tertentu diperlukan. Tentunya, hal ini dimaksudkan sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional terhadap disrupsi yang mengancam setiap saat. Peneliti menyadari bahwa ada kelemahan mendasar berdasarkan penggunaan metode pendekatan realisme kritis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang cenderung umum. Peneliti menyarankan kepada peneliti masa depan untuk menggunakan metode pendekatan yang berbeda sehingga memungkinkan untuk mengamati pada fokus yang berbeda.

Penulis: Prof. Dr. Wasiaturrahma, S.E., M.Si.

Link:

Baca juga: Kebijakan Investasi Asing Indonesia di bawah Bayang-Bayang Ekonomi Oligarkhi

AKSES CEPAT