Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat radiodiagnostik non pengion dan berfungsi membedakan gambar dari jaringan lunak dengan resolusi optimal. Pemeriksaan MRI menghasilkan suatu bunyi yang disebut dengan derau akustik (acoustic noise), dimana bunyi tersebut dapat dihasilkan dari pemilihan sequence selama pemeriksaan MRI. Sumbernya adalah medan magnet tambahan (gradien), yang bervariasi secara linier. Gambar diperoleh dengan mengambil transformasi Fourier 2-D dari frekuensi spasial sinyal (k-space). Karena gaya magnet Lorentz dari medan magnet yang kuat pada arus yang mengalir pada kumparan gradien, kumparan gradien akan bergetar sehingga menghasilkan suara ketukan yang keras.
Urutan Penekanan Lemak menekan kontras sinyal lemak sehingga hanya sinyal air yang terlihat. Secara umum rangkaian Fat Suppression yang digunakan di lapangan adalah teknik Fat Saturation. Hal ini dikarenakan teknik Fat Saturation mempunyai keunggulan yaitu pulse bersifat selektif terhadap proton lemak, sehingga hanya menekan kontras pada sinyal lemak dan tidak mempengaruhi sinyal air.
Kerugian dari teknik Saturasi Lemak adalah teknik ini sangat bergantung pada jaringan homogen untuk menekan sinyal lemak. Pada Fat Saturation, kenyaringan suara yang dihasilkan berasal dari gelombang frekuensi radio, sehingga kenyaringan dan kelemahan suara dapat berbeda-beda sesuai dengan besarnya frekuensi. Di T2, MEDIC memfokuskan kembali bidang gradien, menghasilkan nilai SNR dan CNR yang lebih tinggi serta hasil gambar yang lebih optimal. Keuntungan menggunakan teknik ini adalah cepat, nyaman, non-invasif, dan layak.8,9 Pemilihan TR dan TE yang lebih pendek dapat mempercepat laju pencitraan dan mempersingkat waktu pengumpulan data. Teknik ini menggunakan bidang gradien yang berbeda-beda, yang mempengaruhi kenyaringan dan lemahnya kebisingan yang dihasilkan saat pemeriksaan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rangkaian T2 FSE dan rangkaian T2 MEDIC terhadap kualitas gambar pergelangan kaki.
Kebaruan penelitian ini terletak pada teknik yang digunakan untuk meningkatkan perbedaan antara sinyal cairan dan lemak. Tingkat pengumpulan cairan dan ligamen dapat dilihat dengan menggunakan teknik penekanan lemak. Hal ini karena lemak dan cairan pada gambar fast spin-echo T2 Weighted sama dengan hiperintensitas. Oleh karena itu, metode baru yang menggabungkan gambar data multi-echo T2 dapat menghasilkan gambar dengan nilai SNR yang lebih baik dibandingkan saturasi lemak T2. Hal ini disebabkan oleh aktivasi kompensasi Aliran dari sistem, yang mengurangi efek pergerakan cairan sendi dan aliran cairan darah, sehingga dapat meminimalkan dampak noise gambar pada objek yang dipindai.
Berdasarkan hasil analisis statistik, nilai SNR dan CNR pada T2 MEDIC lebih tinggi dibandingkan nilai SNR dan CNR pada T2 FSE Fat Saturation sehingga T2 MEDIC menghasilkan gambar yang lebih optimal. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai intensitas suara lebih rendah pada T2 MEDIC dibandingkan pada T2 FSE Fat Saturation. Nilai SNR, CNR, dan Sound Intensity menunjukkan bahwa T2 MEDIC merupakan sequence yang menghasilkan gambar lebih optimal dan nilai noise akustik lebih rendah dibandingkan sequence T2 FSE Fat Saturation.
Penulis : Suryani Dyah Astuti, Riries Rulaningtyas dan Akhmad Muzamil
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





