Kerusakan tulang rawan merupakan masalah serius yang terjadi pada 60% pasien dengan keluhan nyeri lutut. Perawatan tulang rawan sendi dilakukan pada jaringan yang buruk, yang ditandai dengan tidak adanya vaskularisasi, suplai saraf, dan membran sel, serta keterbatasan jumlah sel. Oleh karena itu, suplai nutrisinya hanya bergantung pada proses difusi. Perawatan yang saat ini digunakan berfokus pada upaya pengembalian struktur tulang rawan normal dengan menggunakan hialin artikular untuk mengisi defek secara menyeluruh. Berbagai metode telah dikembangkan untuk pengobatan kerusakan tulang rawan mulai dari teknik stimulasi sumsum tulang dengan perbaikan mikrofraktur hingga teknik restorasi dengan autograft atau allograft osteochondral dan implantasi kondrosit autologus (ACI). Saat ini, metode perawatan yang paling banyak dikembangkan adalah terapi berbasis rekayasa jaringan dengan pencangkokan mesenchymal stem cells (MSCs) dan implantasi matrix-induced autologous chondrocytes (MACI). Penggunaan teknologi rekayasa jaringan ACI dan MSC mempunyai beberapa kelemahan yaitu fasilitas yang kompleks untuk mengembangkan stem cell, biaya tinggi, serta memerlukan lebih banyak waktu dan dua kali operasi.
Selain teknik pengeboran dan abrasi subkondral, fraktur mikro adalah prosedur stimulasi sumsum tulang dalam pengobatan kerusakan tulang rawan sendi. Secara histologis dan biomekanik, penelitian telah menunjukkan bahwa level penyembuhan pada jaringan fibrokartilago dengan metode tersebut masih di bawah tulang rawan hialin normal. Oleh karena itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki hasil dari mikrofraktur ini, termasuk menambahkan (augmenting) zat biologis alami, seperti MSC intra-artikular, platelet-rich plasma (PRP), platelet-rich fibrin (PRF), scaffold dan lain-lain. PRF adalah produk biomaterial yang banyak digunakan dalam pengobatan regeneratif yang mengandung banyak trombosit, faktor pertumbuhan, sitokin, dan sel darah putih (leukosit). PRF akhir-akhir ini lebih banyak digunakan secara klinis dibandingkan PRP karena aplikasi yang lebih mudah dan kandungan yang lebih lengkap. Selain itu, kandungan trombosit dan leukosit dalam PRF juga dapat mengurangi reaksi penolakan, memiliki respon antibakteri, dan mempercepat penyembuhan jaringan.
Penelitian ini mengembangkan metode pengobatan kerusakan tulang rawan sendi dengan kombinasi fraktur mikro dan cangkok sinovium serta membran platelet-rich fibrin (S-PRF). Dalam kombinasi ini, sinovium berfungsi sebagai sumber sel induk mesenkim, sedangkan membran PRF sebagai sumber faktor pertumbuhan untuk penyembuhan kerusakan tulang rawan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hasil penyembuhan pada kerusakan tulang rawan dengan menggunakan kombinasi pengobatan mikrofraktur dan S-PRF.
Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan hewan coba berupa kelinci putih dewasa jenis New Zealand. Hewan coba diberi perlakuan berupa kerusakan tulang rawan pada alur troklear lutut dan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, terdiri atas kelompok kelinci dengan kerusakan tulang rawan tanpa perawatan, kelompok dengan perawatan mikrofraktur, dan kelompok dengan mikrofraktur yang dilapisi membran S-PRF. Dua belas minggu setelah intervensi, hewan-hewan tersebut diperiksa secara makroskopis dan histologis, dan dievaluasi dengan skor International Cartilage Repair Society (ICRS). Selain itu, ekspresi aggrecan dan kolagen tipe 2 diperiksa dengan real-time-PCR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mikrofraktur yang dilapisi membran S-PRF memiliki skor ICSR yang signifikan lebih tinggi untuk evaluasi makroskopis dan histologi dibandingkan dengan kelompok lain. PRF sebagai sumber faktor pertumbuhan disinyalir dapat meningkatkan penyembuhan tulang rawan. Hal ini disebabkan karena faktor pertumbuhan mengaktivasi migrasi sel pada mekanisme penyembuhan luka. PRF dapat mempertahankan tulang rawan hialin pada autograft osteokondral lebih dari PRP, dan memiliki potensi untuk meningkatkan hasil klinis dari autograft osteokondral atau transplantasi tulang rawan yang digunakan untuk mengobati kerusakan tulang rawan. Selain itu juga, pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi aggrecan dan kolagen tipe 2 lebih tinggi pada kelompok yang mendapat perawatan yang lengkap. Peningkatan ekspresi ini terjadi karena peningkatan aktivitas sel dan migrasi sel, serta sintesis bahan ekstraseluler, dan stimulasi sel progenitor subkondral.
Prosedur perawatan kerusakan tulang rawan dengan mikrofraktur dengan S-PRF ini mempunyai beberapa keunggulan diantaranya prosedur pembuatan PRF lebih sederhana, cepat, murah, dan tidak memerlukan persiapan tindakan yang rumit. Kedua, prosedur pembedahan ini hanya memerlukan satu langkah dan tidak memerlukan pengumpulan bahan atau kultur sel sebelumnya. Ketiga, tidak memerlukan perancah eksternal tambahan karena sinovium-PRF dapat berfungsi sebagai perancah berbentuk membran. Scaffold sintetis membutuhkan biaya yang besar, mempunyai risiko inflamasi, dan prosedur yang lebih rumit. Di samping itu, penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk perawatan tulang rawan yang lebih efektif.
Pada kesimpulannya, studi ini menunjukkan bahwa perawatan dengan metode fraktur mikro dan transplantasi S-PRF dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan tulang rawan lutut. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan ekspresi mRNA aggrecan dan mRNA kolagen tipe 2 pada penyembuhan tulang rawan, serta evaluasi makroskopis dan histologis yang memberikan hasil perbaikan yang baik.
| Penulis | : | Ahmad Taufik S, Bayu Tirta Dirja, Dwikora Novembri Utomo, Muhammad Andry Usman, Muhammad Sakti, Muhammad Ruksal Saleh, Mochammad Hatta, Budu |
| Judul Artikel | : | Double membrane platelet-rich fibrin (PRF) – Synovium succeeds in regenerating cartilage defect at the knee: An experimental study on rabbit |
| Jurnal | : | Heliyon |
| Tautan | : | https://www.cell.com/heliyon/fulltext/S2405-8440(23)00346-8?_returnURL=https%3A%2F%2Flinkinghub.elsevier.com%2Fretrieve%2Fpii%2FS2405844023003468%3Fshowall%3Dtrue |





