Pemeriksaan Darah Lengkap, atau yang sering disebut dengan Complete Blood Count, merupakan pemeriksaan laboratorium yang paling sering dilakukan di dunia. Akan tetapi, pemeriksaan darah lengkap terutama dilakukan pada pasien yang mengalami gejala tertentu, sehingga pemeriksaan ini digunakan dalam menegakan diagnosis daripada penapisan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran, semakin banyak dikenal penyakit “ penyakit hematologi yang memerlukan tindakan diagnosis dini dalam upaya memperoleh prognosis kasus yang lebih baik.
Gangguan hematologi ditemukan tidak hanya pada pasien usia muda tetapi juga sering ditemukan pada pasien yang berusia diatas 40 tahun. Terdapat berbagai jenis gangguan hematologi, yang berentang dari kondisi yang dapat ditangani dengan penatalaksanaan sederhana, seperti anemia defisiensi besi hingga keganasan lainnya. Sangat disayangkan dalam prakteknya, penatalaksanaan yang dilakukan dalam kasus kasus keganasan berada dalam tahap lanjut, karena kurangnya penapisan yang dilakukan dalam usia dini.
Insiden keganasan hematologi bervariasi berdasarkan subtipe, usia, jenis kelamin, dan keadaan sosial ekonomi. Misalnya, antara tahun 1990 dan 2017, ditemukan penurunan yang mencolok pada kejadian leukemia limfositik akut (ALL) dan leukemia myeloid kronis (CML); namun, tingkat kejadian leukemia limfositik kronis (CLL) dan leukemia myeloid akut (AML) telah meningkat pesat di sebagian besar negara. Kasus kejadian HL meningkat 38,6% dari tahun 1990 hingga 2017. Tingkat kejadian standar usia (ASIR) leukemia lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Selain itu, telah terungkap bahwa kejadian leukemia hanya meningkat pada orang berusia ≥ 70 tahun. Di seluruh dunia, lebih dari 250.000 orang didiagnosis menderita leukemia setiap tahun, terhitung 2,5% dari semua kanker. Diperkirakan 75.700 pasien baru leukemia akan didiagnosis di Eropa pada tahun 2005. Semua kelompok umur dapat terkena; leukemia adalah tumor pediatrik yang paling umum (~ 35% kanker pada anak usia 0-14 tahun). Namun, sebagian besar kasus terjadi pada orang dewasa yang lebih tua; lebih dari setengah setelah usia 65 tahun. Insiden Hodgkin lympoma adalah sekitar tiga per 100.000 di Eropa Barat dan Amerika Serikat, secara konsisten lebih rendah daripada NonHodgkin Lymphoma (NHL) dan tetap stabil selama 25 tahun terakhir, dengan kemungkinan sedikit penurunan insiden pada laki-laki. Penyakit Hodgkin dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Ini lebih umum, bagaimanapun, dalam dua kelompok umur: dewasa awal (usia 15-40, biasanya 25-30) dan dewasa akhir (setelah usia 55). Sekitar 10% kasus didiagnosis pada anak laki-laki sebelum usia 15 tahun, tetapi penyakit ini sangat jarang terjadi sebelum usia 5 tahun Insiden keseluruhan NHL terus meningkat di sebagian besar wilayah maju di Dunia antara tahun 1970-an dan akhir 1990-an. Sementara kanker lain meningkat 25% dalam 25 tahun terakhir, NHL meningkat >80%; pada populasi di atas usia 65 tahun, tingkat NHL meningkat tiga kali lipat. Beberapa peningkatan mungkin terkait dengan sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS) dan beberapa mungkin merupakan hasil dari diagnosis yang lebih baik, tetapi penyebab peningkatan jangka panjang ini sebagian besar tidak diketahui, meskipun, imunodefisiensi terkait usia kemungkinan terlibat.
Tingginya angka kasus hematologis, khususnya keganasan, perlu dilakukan suatu pemeriksaan penapisan yang diawali pada usia dini sebelum memasuki usia dengan prevalensi diagnosis tertinggi dari penyakit-penyakit tersebut. Pemeriksaan darah lengkap sebagai pemeriksaan yang relatif murah dan mudah diakses oleh berbagai kalangan di berbagai tempat menjadi pilihan yang paling menarik. Namun, pemeriksaan darah lengkap sebagai penapisan awal juga memiliki beberapa kendala. Untuk sebagian besar orang di dunia, penggunaan rentang referensi konvensional mungkin cukup, tetapi terdapat sejumlah kondisi yang mampu mengakibatkan sulitnya intepretasi dalam beberapa kasus. Rentang referensi hitung turunan darah menjadi salah satu kesulitan yang dapat ditemui. Berbagai factor yang dapat mempengaruhi parameter hitung darah tersebut, antara lain: defisiensi besi, thalassemia, konsumsi obat-obatan, alcohol, dan infeksi minor. Selain itu, perbedaan suku, perbedaan jenis kelamin dan pasien dalam kondisi hamil juga memberikan variasi rentang yang berbeda. Meskipun pemeriksaan darah lengkap digunakan sebagai pemeriksaan skrining, masih terdapat beberapa pendapat yang menunjukkan bahwa pemeriksaan ini tidak diindikasikan pada orang yang berada dalam kondisi sehat. Hal ini disebabkan oleh rendahnya probabilitas pretest pada orang yang asimptomatik, sehingga sering kali menyebabkan tingginya angka positif palsu.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, hingga ditemukan pemeriksaan penapisan yang lebih reliable dan dapat digunakan secara luas untuk berbagai penyakit, pemeriksaan darah lengkap dapat menjadi salah satu opsi yang efisien dan terjangkau. Dalam hal ini, penggunaan pemeriksaan darah lengkap dapat dikombinasi dengan pemeriksaan fisik maupun riwayat yang dimiliki oleh pasien. Diharapkan kombinasi tersebut dapat meningkatkan reliabilitas pemeriksaan darah lengkap dalam penapisan berbagai penyakit di usia 40 tahun.
Penulis: Yetti Hernaningsih, Anak Agung Made Sedana Putra,
Email: yetti-h@fk.uniar.ac.id
Linkarticle: https://rjptonline.org/HTMLPaper.aspx?Journal=Research%20Journal%20of%20Pharmacy%20and%20Technology;PID=2022-15-10-59





