UNAIR NEWS – Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) gelar The 9th International Conference of the Postgraduate School (ICPS 2025). Kegiatan itu berlangsung di gedung ASEEC Tower, Ruang Majapahit Lantai 5, Kampus Dharmawangsa-B, Surabaya, pada Rabu (17/9/2025).
Konferensi bertema Geopolitical Risk and Resilience on Developing for a Better World itu diikuti 198 peserta yang terdiri dari 170 peserta dalam negeri dan 28 peserta mancanegara yang berasal dari 16 negara, termasuk Yaman, Tunisia, Mesir, Pakistan, Ghana, Nigeria, Singapura, dan Belanda.
Resiliensi Jadi Kunci Masa Depan
Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Prof Dr Achmad Chusnu Romdhoni dr SpTHTBK Subsp Onk(K) FICS menyampaikan berdirinya ICPS sejak 2016 silam menjadi forum strategis bagi pertukaran pengetahuan, dialog kritis, dan kolaborasi lintas disiplin. Menurutnya, tema ICPS 2025 sangat relevan dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari ketegangan geopolitik, volatilitas ekonomi, krisis iklim, hingga ketidakadilan sosial.
淜onferensi ini tidak hanya untuk memperkuat kerja sama internasional, tetapi juga untuk menghasilkan riset yang bermanfaat nyata bagi masyarakat, ujarnya.
Ia berharap hasil dari gelaran konferensi itu dapat melahirkan publikasi berdampak dan inisiatif baru yang tidak terbatas pada satu fokus disiplin ilmu saja bahkan satu negara saja sehingga dampak tersebut mampu diwujudkan secara inklusif dan dalam jangkauan global.

Resiliensi Jadi Kunci Masa Depan
Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran universitas menghadapi tantangan global. 淩isiko geopolitik, konflik, dan krisis ekonomi memang menguji daya tahan kita. Tetapi melalui resiliensi, kita tidak hanya bertahan, melainkan juga beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh lebih kuat, ucapnya.
Menurutnya, resiliensi harus proaktif, berorientasi ke depan, dan menjadi kunci mengubah risiko menjadi peluang pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki misi menghasilkan riset berbasis bukti, menyusun rekomendasi kebijakan konstruktif, serta mencetak pemimpin berwawasan global yang bertanggung jawab secara sosial.
淰isi UNAIR adalah menjadi universitas kelas dunia yang tidak terpaku pada rangking melainkan juga harus bisa diterapkan sekaligus berkontribusi pada keadaan sosial melalui kerangka tujuan pencapaian SDGs 2030, jelasnya.听
Rektor menambahkan bahwa ICPS adalah ruang pertemuan ide dan aksi, tempat dialog akademik dalam melahirkan solusi konkret. 淪aya percaya diskusi di forum ini akan memberi kontribusi nyata untuk membangun masa depan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, katanya sebelum resmi membuka ICPS 2025.
Penulis: Samudra Luhur听
Editor: Khefti Al Mawalia





