Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi suara perawat migran Indonesia tentang retensi mereka di fasilitas kesehatan Jepang. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan antara Juni dan September 2023. Metode snowball sampling digunakan untuk merekrut 22 perawat Indonesia yang bekerja di fasilitas kesehatan di tujuh prefektur Jepang. Wawancara semi-terstruktur dilakukan berdasarkan pengalaman mereka yang dibagikan. Semua data wawancara direkam secara audio, ditranskrip verbatim, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Enam tema menonjol dan 15 subtema muncul:
- faktor organisasi (pemimpin yang peduli, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, pengembangan karir, dan partisipasi dalam pelatihan);
- sistem dukungan sosial (dukungan kelompok, dukungan rekan kerja, dan dukungan teman);
- dorongan individu (belajar sepanjang hayat dan ketekunan);
- kebijakan nasional (dukungan pemerintah dalam pelayanan publik dan fleksibilitas dalam menemukan penempatan yang nyaman);
- faktor keluarga (dukungan positif terhadap pendidikan dan perkembangan anak serta menjaga hubungan dengan pasangan);
- faktor ekonomi (tetap karena gaji tinggi dan peningkatan sumber pendapatan).
Retensi perawat migran Indonesia di Jepang adalah tantangan multifaset yang bergantung pada berbagai faktor yang saling terkait. Studi ini telah meningkatkan pemahaman kita tentang retensi perawat internasional di negara penerima. Dukungan yang sesuai di tingkat individu, keluarga, organisasi, ekonomi, sosial, dan kebijakan nasional harus dipertimbangkan untuk mempertahankan mereka di negara tujuan mereka.
Penulis: Ferry Efendi, Eka Mishbahatul Mar檃h Has, Rifky Octavia Pradipta, Grace Solely Houghty, Hisaya Oda, Yuko Tsujita





