51动漫

51动漫 Official Website

Riset Implan Gigi Mahasiswa FKG UNAIR Raih Juara 3 Internasional di Dentistry Scientific Meeting

Hanif Azzikri Hidayatullah dan Brian Limantoro menerima penghargaan Juara 3 International Literature Review Competition pada 19th Dentistry Scientific Meeting. (Foto: Istimewa)
Hanif Azzikri Hidayatullah dan Brian Limantoro menerima penghargaan Juara 3 International Literature Review Competition pada 19th Dentistry Scientific Meeting. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 51动漫 kembali mencatat prestasi membanggakan. Pada ajang International Literature Review Competition dalam rangkaian 19th Dentistry Scientific Meeting, tim FKG UNAIR berhasil meraih Juara 3 melalui karya ilmiah mengenai akurasi prosedur implan gigi menggunakan Full-Guided Surgery (FGS) dan Partially-Guided Surgery (PGS).

Tim tersebut beranggotakan Hanif Azzikri Hidayatullah, mahasiswa FKG UNAIR angkatan 2023, bersama Brian Limantoro, mahasiswa angkatan 2022, dengan bimbingan Karina Mundiratri, drg., Sp.Pros. Hanif menyebut bahwa kolaborasi mereka berlangsung sangat efektif sejak hari pertama. 淪aya memulai dari pencarian ide, lalu kami menyaring jurnal bersama. Brian mengekstraksi data dan saya menginterpretasikannya, ujarnya. Ia menambahkan bahwa topik ini dipilih karena relevansinya dengan kondisi klinis saat ini. 淜ehilangan gigi bukan hanya soal estetika, tetapi berdampak pada fungsi mengunyah, nutrisi, dan kualitas hidup, jelasnya.

Proses Riset dan Tantangan yang Dihadapi

Dalam proses penelitian, tim menelusuri literatur dari tiga database internasional: PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil analisis memberikan temuan menarik di luar dugaan awal. 淜ami mengira FGS pasti lebih akurat daripada PGS. Ternyata keduanya seimbang, bahkan ada studi yang menunjukkan PGS lebih unggul, ungkap Hanif.

Jumlah artikel inklusi yang terbatas dan heterogenitas data menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, keduanya memilih bersikap terbuka terhadap keterbatasan tersebut. 淜ami menjelaskan batasan penelitian secara eksplisit. Justru itu memperkuat kredibilitas kami di mata juri, tambahnya.

Hanif juga menilai karya mereka menonjol karena memberikan panduan praktis bagi klinisi. 淏anyak dokter gigi masih bingung memilih PGS atau FGS. Kami memetakan kelebihan masing-masing metode, ujarnya.

Pengalaman Kompetisi dan Pembelajaran Berharga

Salah satu momen paling menantang terjadi ketika Brian tidak dapat hadir pada hari presentasi. Hanif harus menyampaikan hasil penelitian seorang diri. 淪aya presentasi 15 menit dan lanjut tanya jawab 20 menit sendirian. Awalnya gugup, tapi akhirnya berjalan lancar, tuturnya.

Ia menilai pengalaman tersebut sangat berharga untuk melatih keberanian, ketenangan, dan kemampuan menjelaskan penelitian secara komprehensif. Hanif juga berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain. 淪aya ingin teman-teman lebih peka terhadap isu kesehatan gigi dan mulut. Penelitian itu bukan hanya untuk lomba, tetapi untuk memberi manfaat, jelasnya.

Ke depan, Hanif dan Brian berencana terus mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan masalah patologis maupun kebiasaan masyarakat yang memengaruhi kesehatan oral, serta berharap hasil riset mereka kelak dapat diimplementasikan dalam praktik klinis.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT