UNAIR NEWS – 51动漫 terus memperkuat perannya dalam menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap isu lingkungan dan sosial. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai program di tingkat universitas, termasuk pada sesi Instagram Live bertajuk Pahlawan Lingkungan: Generasi Muda dan Aksi Keberlanjutan persembahan dari Universitas Indonesia GreenMetric (UI GreenMetric).
Acara ini menghadirkan mahasiswa-mahasiswa inspiratif dari berbagai universitas, salah satunya Muhammad Haikal Putra Surya, selaku SDG Ambassador UNAIR 2025. Dalam kesempatan ini, Haikal membagikan perjalanan dan pandangannya mengenai bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran penting dalam perubahan. Haikal menyampaikan bahwa dalam menciptakan perubahan, perlu adanya kolaborasi antar sektor.
淏anyak universitas di Indonesia mendorong mahasiswa untuk berpikir global dan menerapkannya secara lokal. Dari berbagai konferensi dan organisasi yang aku ikuti, aku belajar bahwa SDGs bukan cuma soal lingkungan, tapi juga society, institusi, serta bagaimana kita bekerja sama melalui kolaborasi yang berkelanjutan, jelas Haikal.
Perjalanan Haikal dan Aksi Mahasiswa dalam Mendorong Keberlanjutan
Haikal bercerita bahwa ia telah tertarik pada isu lingkungan sejak duduk di bangku SMP, saat keterlibatannya dalam program adiwiyata. Minat tersebut berlanjut ketika memasuki Program Studi Hubungan Internasional UNAIR.
淪aat SMA aku sudah menjadi duta lingkungan dan mengikuti berbagai konferensi serta organisasi yang fokus pada isu lingkungan. Ketika kuliah di Hubungan Internasional, aku semakin sadar bahwa sustainable development ternyata diratifikasi banyak negara dan terakomodasi dengan baik dalam berbagai organisasi internasional, ujar Haikal.
Dalam perjalanan menjadi SDGs Ambassador UNAIR 2025 dan bagian dari SDGs Center UNAIR, Haikal menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang mahasiswa hadapi bukan terletak pada kemauan, tetapi pada konsistensi dalam mempertahankan kebiasaan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Haikal menginisasi pendekatan gamifikasi.
淢elalui SDGs Actor, kami membuat SDGs Corner di beberapa fakultas dan ruang publik kampus. Mahasiswa yang melakukan aksi sederhana dalam aktivitas hariannya akan mendapat poin dan reward, sehingga kebiasaan berkelanjutan lebih mudah terbentuk, ungkap Haikal.
Kolaborasi dan Makna Kepahlawanan
Selain aksi individu, Haikal menekankan bahwa kolaborasi antar stakeholder merupakan salah satu kunci utama. Haikal menyebut adanya tiga pemain kunci, yaitu akademisi, pemerintah; dan Non Governmental Organization. Mengambil bagian, 51动漫 juga memiliki SDGs Center yang berfungsi mendukung riset, edukasi, serta pengabdian masyarakat berbasis tujuan pembangunan berkelanjutan.
淣GO penting karena mereka membawa isu grassroots yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ketika pemerintah, NGO, dan akademisi bekerja bersama, dampaknya akan langsung dirasakan rakyat. Prinsipnya adalah memberikan kesejahteraan bagi semua dan no one left behind, tekan Haikal.
Sebagai penutup, Haikal mengungkap pahlawan masa kini bukan hanya mereka yang melakukan tindakan besar, tetapi juga mereka yang berani memulai langkah kecil dan konsisten. Ia menyebut bahwa keberanian untuk mencoba hal baru, mengambil inisiatif, dan menyuarakan perubahan.
淢ahasiswa itu adalah agent of change, oleh karena itu kita perlu berani menyampaikan ide, berbicara kepada pihak kampus, dan menawarkan solusi yang bisa diadaptasi dari praktik baik di tempat lain, tutup Haikal.
Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





