51动漫

51动漫 Official Website

Rumput Kebar Dapat Mengurangi Kerusakan Ginjal Induk Mencit yang Terpapar Karbofuran Masa Menyusui

Foto by Orami

Sebanyak dua juta ton pestisida telah digunakan per tahun dan jenis pestisida yang paling banyak di dunia adalah insektisida. Sampai saat ini jumlah pestisida yang digunakan dan terdaftar sebanyak 3.207 formulasi untuk pertanian dan perkebunan, termasuk diantaranya adalah golongan organofosfat dan karbamat paling sering digunakan. Karbofuran adalah salah satu jenis insektisida golongan karbamat yang sering menimbulkan keracunan pada organisme non target seperti tumbuhan, hewan dan manusia. Karbofuran (2,3-dihydro-2,2dimethyl-7-7benzofuranyl methylcarbamate) adalah insektisida dari golongan karbamat yang memiliki spektrum luas. Karbofuran biasanya dipakai untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Keracunan insektisida golongan karbamat memiliki gejala klinis yaitu tubuh terasa lemah, sakit kepala, berkeringat, hipersalivasi, muntah dan diare. Pada penelitian yang dilakukan oleh Purnomo et al (2019), menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi pada ginjal anak mencit seperti degenerasi tubulus, nekrosis tubulus, dan infiltrasi sel radang mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan dosis karbofuran yang dipaparkan pada induk ketika masa laktasi. Kerusakan tubulus ginjal anak mencit diduga berkaitan dengan terjadi reaksi senyawa karbofuran dalam air susu dari induk. Bahan kimia yang ada di tubuh induk akan masuk ke dalam pembuluh kapiler kemudian masuk ke dalam susu dan dihisap oleh anak.

Perubahan dari struktur ginjal tersebut dikarenakan di dalam ginjal terjadi proses reabsorpsi dan ekskresi dari bahan kimia tersebut. Kerusakan sel akibat paparan karbofuran berkaitan dengan pembentukan radikal bebas berupa Reactive Oxygen Spesies(ROS). ROS khususnya (OH-) dapat menyebakan kerusakan DNA, lipid, dan protein. Kelebihan ROS dalam jaringan dapat menyebakan stress oksidatif karena keberadaan ROS tidak seimbang dengan senyawa antioksidan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Luqman et al(2019), peningkatan ROS ditandai dengan peningkatan malondialdehid (MDA) pada otak tikus dewasa. Peningkatan ROS juga dapat menurunkan aktivitas superoxide dismutase(SOD) dan catalase (CAT) pada otak. Aktivitas katalase yang menurun dapat mengurangi perlindungan terhadap radikal bebas dalam merespon karbofuran.

Kerusakan akibat radikal bebas yang berlebih dalam tubuh dibutuhkan antioksidan tambahan untuk menetralkan radikal bebas yang terbentuk. Antioksidan adalah senyawa kimia yang mampu menghambat kerusakan yang dikarenakan proses oksidasi. Flavonoid adalah kelompok senyawa fenolik yang merupakan salah satu antioksidan yang baik dan dapat ditemukan dalam buah dan sayur. Senyawa fenolik sebagai antioksidan mempunyai mekanisme sebagai pereduksi, penangkap radikal bebas, pengikat logam, dan pencegah pembentukan singlet oksigen.

Salah satu tanaman yang mengandung flavonoid adalah rumput Kebar (Biophytum petersianum). Rumput Kebar merupakan tanaman herbal yang tumbuh secara liar di daerah Papua. Senyawa lain yang terkandung dalam rumpur Kebar adalah vitamin A dan vitamin E yang berfungsi untuk menghancurkan senyawa ROS. Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak yang dapat mereduksi radikal bebas lipid lebih cepat dibanding oksigen. Kandungan rumput Kebar ini diharapkan mampu memberi efek mencegah kerusakan akibat paparan karbofuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput kebar dalam mengurangi dampak kerusakan ginjal pada induk mencit selama masa laktasi yang dipapar karbofuran. Karbofuran, ekstrak rumput kebar, dan vitamin C dipaparkan secara oral hari ke-1 sampai hari ke-14 pascakelahiran. Induk mencit dalam masa laktasi dibagi menjadi tujuh kelompok secara acak. Kelompok ini terdiri dari K (kontrol), P1 (Karbofuran 1/4 LD50 0.0124 mg/hari), P2 (Karbofuran 1/8 LD50 0.00625 mg/hari), P3 (Ekstrak rumput kebar 3.375 mg + karbofuran 1/4 LD50 0.0124 mg/hari), P4 (ekstrak rumput kebar 3,375 mg + karbofuran 1/8LD50 0.00625 mg/hari), P5 (vitamin C 0.5 mg + karbofuran 1/4 LD50 0.0124 mg/hari), dan P6 (vitamin C 0.5 mg + karbofuran 1/8 LD50 0.00625). Pada hari ke-15 , induk dibedah dan diambil ginjal untuk dibuat histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan karbofuran menyebabkan peningkatan signifikan degenerasi tubular, nekrosis, dan peradangan (p<0.05). Pemberian rumput Kebar dan vitamin C dapat menurunkan signifikan degenerasi tubular, nekrosis, dan peradangan (p<0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak rumput kebar lebih efektif dalam mengurangi kerusakan ginjal pada mencit induk selama masa laktasi yang dipapar karbofuran dibandingkan vitamin C (p<0.05).

Penulis: Epy Muhammad Luqman

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan di

Nama jurnal: International Journal of Scientific Advances (IJSCIA)

Link jurnal:

AKSES CEPAT