51动漫

51动漫 Official Website

Uji Potensi Aktivitas Antijamur Rosemary Emulgel terhadap Jamur Candida albicans dari Pasien HIV/AIDS dengan Kandidiasis Oral

Foto by Viva

Kandidiasis oral (KO), seringkali disebabkan oleh jamur Candida albicans, merupakan infeksi yang paling sering ditemukan pada pasien dengan HIV/AIDS. Secara klinis, KO umumnya berupa bercak putih di lidah atau mukosa di mulut. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa rasa nyeri sehingga mengganggu makan, dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Antijamur untuk pilihan terapi KO saat ini masih terbatas. Nistatin masih menjadi pilihan utama untuk terapi topikal namun nistatin dapat memberikan rasa yang tidak enak, merepotkan, dan menyebabkan efek samping gastrointestinal. Saat ini, banyak penelitian dilakukan untuk mencari antijamur dari bahan alami, seperti tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang banyak diteliti aktivitas antijamurnya adalah rosemary (Rosmarinus officinalis L.).

Rosemary adalah tanaman aromatik dengan daun berbentuk seperti jarum yang berasal dari Mediterania dan dibudidayakan di seluruh dunia. Penelitian secara in vitro membuktikan minyak atsiri rosemary (Rosmarinus officinalis L.) mampu menghambat pertumbuhan spesies Candida akan tetapi minyak atsiri mudah menguap dan tidak direkomendasikan diaplikasikan pada kulit dan mukosa oleh karena itu dibuat sediaan obat emulsion gel (emulgel). Penelitian eksperimental laboratorium ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan rosemary dalam bentuk emulgel dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Diharapkan rosemary emulgel dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk KO pada pasien HIV/AIDS di masa yang akan datang.

Metode dan Hasil

Penelitian ini merupakan uji in vitro menggunakan metode difusi cakram untuk mengevaluasi diameter zona hambat pada rosemary emulgel 6,25%, 25%, 37,5% dan 50% dibandingkan nistatin terhadap isolat tersimpan C. albicans yang berasal dari pasien HIV/AIDS dengan KO.

Rosemary emulgel 6,25% dan 25% tidak menghasilkan zona hambat. Diameter zona hambat yang terbentuk dari rosemary emulgel 37,5%; 50%; dan nistatin terhadap isolat C. albicans berturut-turut adalah 3.17卤3.763 mm, 7.00卤4.107 mm dan 30.13卤5.319 mm. Terdapat perbedaan bermakna diameter zona hambat antara rosemary emulgel 37,5%, 50%, dan nistatin (p<0,05).

Kesimpulan

Rosemary emulgel 37,5% dan 50% menghasilkan zona hambat pada isolat C. albicans dengan metode difusi cakram namun masih lebih kecil bila dibandingkan nistatin sebagai obat antijamur standar.

Penulis : Dr. Dwi Murtiastutik, dr., Sp.KK(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/38529

ANTIFUNGAL ACTIVITY OF ROSEMARY (ROSMARINUS OFFICINALIS L.) EMULSION GEL COMPARED TO NYSTATIN ON CANDIDA ALBICANS STORED ISOLATE FROM HIV/AIDS PATIENTS WITH ORAL CANDIDIASIS

Maya Wardiana, Astindari, Evy Ervianti, Afif Nurul Hidayati, Diah Mira Indramaya, Pepy Dwi Endraswari, Budi Utomo, Dwi Murtiastutik

AKSES CEPAT