51动漫

51动漫 Official Website

Sarasehan BEM FEB, Bahas Personal Branding dan Integritas Mahasiswa

Mohammad Suma Firman Romadhoni (kanan atas) dan Alvyan Ananta Asis (kiri bawah) saat sesi tanya jawab dalam acara Prabu Adhikari Sarasehan batch 1 pada Minggu (11/5/2025). (Foto: Dok. Pribadi)
Mohammad Suma Firman Romadhoni (kanan atas) dan Alvyan Ananta Asis (kiri bawah) saat sesi tanya jawab dalam acara Prabu Adhikari Sarasehan batch 1 pada Minggu (11/5/2025). (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) (FEB) 51动漫 (UNAIR) menggelar Prabu Adhikari Sarasehan batch 1 bertajuk Brand vs Value: How to Maintain Balance Between Perception and Integrity? Acara tersebut berlangsung pada Minggu (11/5/2025) secara daring melalui Zoom Meeting dengan mengundang dua narasumber dari kalangan mahasiswa berprestasi lintas fakultas.

Membangun Personal Branding Mahasiswa

Narasumber pertama, Mohammad Suma Firman Romadhoni, peraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) 2024, menilai bahwa membangun personal branding bukan soal mengikuti tren belaka. Menurutnya, branding perlu tumbuh dari pengalaman nyata dan kontribusi langsung, bukan sekadar pencitraan di media sosial.

淜alau branding hanya tampak di media sosial tapi tidak punya value dan integritas, nantinya orang yang pernah berinteraksi akan merasakan ketimpangannya. Personal branding yang kuat justru lahir dari keseharian dan konsistensi, ujar Mahasiswa Administrasi Publik (AP) (FISIP) tersebut.

Suma juga menyinggung risiko over branding, yaitu saat seseorang tampil jauh lebih hebat di media sosial dibanding kenyataan. Hal ini dapat menimbulkan ekspektasi sosial yang tidak realistis. 淎pa yang kita tampilkan harus sejalan dengan kenyataan. Jangan sampai branding justru jadi bumerang karena tidak sesuai dengan interaksi nyata, tambahnya.

Personal branding, sambungnya, bukan sebuah kewajiban, melainkan pilihan yang bisa mahasiswa sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing. 淜alau merasa tidak punya bahan untuk di-branding, ya tidak perlu memaksa. Branding itu bukan satu-satunya jalan menuju sukses, katanya.

Menumbuhkan Branding Lewat Minat

Narasumber kedua, Alvyan Ananta Asis, Mahasiswa Berprestasi (FTMM) 2024, berbagi pengalaman membangun personal branding melalui kegiatan edukatif dan kreatif yang ia gemari. Alvyan merasa bahwa branding yang tumbuh dari hal-hal yang kita sukai akan terasa lebih otentik.

淪aya fokus membuat konten edukasi karena itu yang saya suka. Kalau saya buat-buat, rasanya melelahkan dan tidak konsisten. Personal branding yang otentik justru datang dari proses sehari-hari dan semangat untuk terus berkembang, tutur Mahasiswa Teknik Elektro (TE) tersebut.

Lebih lanjut, Alvyan mengajak mahasiswa untuk tidak takut terlihat berbeda atau tidak orang lain sukai saat menunjukkan apa yang mereka yakini. 淜eberanian untuk tidak orang lain sukai itu juga menjadi bagian dari integritas. Yang penting, apa yang kita tampilkan punya manfaat dan kita nyaman menjalankannya, ucapnya.

Alvyan juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terlalu terkendalikan oleh algoritma media sosial. Menurutnya, yang lebih penting adalah menciptakan konten yang bernilai dan berkelanjutan. 淵ang netizen lihat itu hasilnya, bukan prosesnya. Hanya kita yang tahu perjuangan kita sendiri, jadi jangan ukur pencapaian dari validasi orang, pungkasnya.

Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT