51动漫

51动漫 Official Website

Sasar Isu Kesehatan Mental, Tim RHYTHME Sabet Juara II UGM Public Health Hackathon

Tim RHYTHME saat menerima penghargaan Juara II UGM Public Health Hackathon 2026 (Foto: Dok. RHYTHME)

UNAIR NEWS – Azizah Choirunisa Azzahra, Najma Dinda Qur檃ny Ashsyahida, Nadzifa Aulia Mafaza, mahasiswa berhasil meraih Juara II UGM Public Health Hackathon. Kompetisi nasional itu terselenggara oleh Program Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim RHYTHME itu menyasar isu kesehatan mental.

淲aktu pertama kali diumumkan menjadi juara dua itu agak tidak menyangka dan campur aduk. Kami mengerjakan ini di sela-sela pekan UTS yang cukup padat, mulai dari rancangan ide hingga revisi final. Rasanya lega sekali melihat hasil yang setimpal dengan semua usaha yang sudah kami berikan,” ungkap Nadzifa, Selasa (5/5/2026).

Nadzifa melanjutkan, pentingnya menjaga kesehatan mental menjadi fokus utama tim untuk mengusung subtema pencegahan bunuh diri di kalangan mahasiswa (preventing student suicide). Inovasi yang mereka tawarkan berupa aplikasi RHYTHME yang dapat memantau kondisi mental mahasiswa dengan menggabungkan beberapa data. Seperti data tidur, penumpukan deadline, perubahan kondisi tubuh melalui HRV (Heart Rate Variability), serta data emosi pengguna.

Integrasi data melalui smartwatch dan aplikasi ini memungkinkan pemberian intervensi tepat waktu untuk mencegah kondisi krisis yang mengarah pada tindakan bunuh diri. 淚de kami bermula dari kesadaran akan distress yang tidak datang tiba-tiba. Melainkan telah terakumulasi secara bertahap yang seringkali tidak disadari hingga mencapai pada kondisi kritis, jelasnya.

Lebih lanjut, Nadzifa menambahkan bahwa dalam aplikasi tersebut terdapat fitur tambahan bernama AIMI. AIMI adalah asisten virtual berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang sebagai wadah bercerita bagi pengguna. Mereka merancang fitur AIMI khusus untuk memberikan motivasi dan dukungan emosional. Tanpa memberikan diagnosis medis guna menghindari risiko terjadinya self-diagnose di kalangan mahasiswa. 淢elalui kombinasi data objektif dan dukungan AI ini, RHYTHME harapannya mampu menjadi solusi preventif yang menyeluruh bagi kesehatan mental generasi muda, katanya.

Pengerjaan karya di tengah pekan Ujian Tengah Semester (UTS) menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, setiap anggota tim memiliki kesibukan aktif di berbagai kegiatan sehingga cukup sulit untuk mendapatkan waktu luang guna berdiskusi bersama. Pemrograman (coding) turut menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang seluruhnya berlatar belakang Psikologi. 

淪aya harus belajar coding dan cara deploy secara otodidak selama beberapa hari agar bisa menghasilkan website prototipe yang interaktif dan terintegrasi, ucapnya. 

Meskipun pengerjaan inovasi aplikasi RHYTHME penuh dengan tantangan, tim RHYTHME berharap agar pengembangan aplikasi ini dapat berlanjut ke tahap yang lebih konkret melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Beberapa kolaborasi yang menjadi target antara lain konselor profesional dan perusahaan teknologi wearable untuk mengintegrasikan aplikasi RHYTHME dengan smartwatch. Dukungan penuh dari UNAIR turut menjadi faktor utama untuk merealisasikan dan mengimplementasikan ide yang lahir dari mahasiswa ini kepada masyarakat secara luas.

Penulis: Amelia Farah P I

Editor: Yulia Rohmawati 

AKSES CEPAT