Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan salah satu masalah kesehatan metabolik yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai oleh penumpukan lemak berlebih di hati yang tidak disebabkan oleh konsumsi alkohol. Pada sebagian pasien, kondisi ini dapat berkembang menjadi Non-Alcoholic Steatohepatitis (NASH), suatu fase yang lebih berat karena disertai peradangan dan kerusakan sel hati. Jika tidak ditangani dengan baik, NAFLD dan NASH dapat berujung pada sirosis hingga kanker hati. Sayangnya, hingga kini belum tersedia terapi farmakologis yang benar-benar spesifik dan efektif, sehingga perubahan gaya hidup masih menjadi tatalaksana utama.
Keterbatasan tersebut mendorong para peneliti untuk mengeksplorasi sumber alami yang berpotensi mendukung perbaikan metabolik hati. Salah satu yang menarik perhatian adalah sea grapes atau anggur laut, yang secara ilmiah dikenal sebagai Caulerpa spp. Ganggang hijau laut ini telah lama dikonsumsi sebagai pangan tradisional di berbagai wilayah Asia Tenggara dan dikenal kaya akan senyawa bioaktif.
Studi systematic review ini mengulas potensi Caulerpa spp. sebagai agen pendukung terapi NAFLD dan NASH. Berdasarkan berbagai penelitian eksperimental dan praklinis, Caulerpa mengandung polisakarida sulfat, karotenoid, polifenol, serta peptida bioaktif yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan pengatur metabolisme. Hasil berbagai studi menunjukkan bahwa ekstrak Caulerpa mampu memberikan efek perlindungan terhadap hati. Pada model hewan dengan gangguan metabolik, pemberian Caulerpa dilaporkan dapat menurunkan akumulasi lemak di jaringan hati serta mengurangi stres oksidatif yang berperan penting dalam progresivitas NAFLD. Penurunan stres oksidatif ini membantu melindungi sel-sel hati dari kerusakan lanjutan dan memperlambat peradangan.
Selain berdampak pada hati, Caulerpa juga menunjukkan potensi dalam memperbaiki regulasi gula darah. Beberapa penelitian melaporkan bahwa konsumsi ekstrak Caulerpa dapat menurunkan kadar glukosa darah pada model hewan dengan resistensi insulin. Efek ini berkaitan dengan kemampuan senyawa aktif di dalamnya dalam menghambat enzim pencernaan karbohidrat, sehingga penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat. Hal ini penting mengingat NAFLD sering kali berkaitan erat dengan diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.
Menariknya, manfaat Caulerpa tidak hanya terbatas pada hati dan metabolisme glukosa. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi Caulerpa dengan perbaikan keseimbangan mikrobiota usus. Mikrobiota usus yang sehat berperan besar dalam menjaga metabolisme dan menekan peradangan sistemik. Ketidakseimbangan mikrobiota atau disbiosis diketahui berkontribusi terhadap gangguan metabolik dan peradangan hati melalui apa yang dikenal sebagai sumbu usus-hati. Dengan memperbaiki komposisi mikrobiota, Caulerpa berpotensi memberikan efek tidak langsung yang menguntungkan bagi kesehatan hati.
Namun demikian, artikel tersebut juga menekankan bahwa sebagian besar bukti yang tersedia masih berasal dari penelitian hewan dan studi laboratorium. Uji klinis pada manusia masih sangat terbatas, baik dari segi jumlah maupun skala penelitian. Selain itu, perbedaan spesies Caulerpa, metode ekstraksi, serta dosis yang digunakan membuat hasil penelitian belum sepenuhnya dapat dibandingkan secara langsung.
Sebagai kesimpulan, Caulerpa spp. menunjukkan potensi besar sebagai bahan alami pendukung terapi NAFLD dan NASH melalui berbagai mekanisme, mulai dari perlindungan hati, perbaikan metabolisme glukosa, hingga modulasi mikrobiota usus. Meski menjanjikan, pemanfaatannya dalam praktik klinis masih memerlukan penelitian lanjutan yang lebih terstandarisasi dan berbasis uji klinis. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, anggur laut tidak hanya berpotensi sebagai pangan fungsional, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pencegahan dan pengelolaan penyakit hati metabolik di masa depan.
Sumber dan konten terkait
Penulis: Annette d橝rqom, dr., M.Sc., Ph.D
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Yasmin Azzahra Arifin, Annette d橝rqom (2025). Hepatoprotective and Antihyperglycemic Effects of Sea Grapes (Caulerpa spp.) as a Potential Therapeutic Approach for NAFLD and NASH. International Journal of Research and Scientific Innovation (IJRSI), 12(10), https://doi.org/10.51244/IJRSI.2025.1210000319.





